Sabtu, 20 Jun 2026 11:17 WIB

Cagub Jatim Khofifah Kunjungi Industri Otomotif Handmade Jemundo Sidoarjo

Cagub Jatim Khofifah bersama Iwan Setiawan saat mencoba produk industri otomotif handmade di Jemundo Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Cagub Jatim Khofifah bersama Iwan Setiawan saat mencoba produk industri otomotif handmade di Jemundo Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi industri otomotif berbasis handmade Indonesia Modifikasi Classic (IMC) di Ragam Pergudangan Jemundo Sidoarjo, Rabu (16/10/2024).

Khofifah memberikan apresiasi atas inovasi dan kontribusi industri tersebut dalam mengembangkan modifikasi mobil klasik dan rumah tahan gempa.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Ia menilai bahwa industri seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana sektor swasta dapat berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Yang luar biasa dari usaha ini adalah bagaimana Pak Iwan (pemilik IMC) merekrut tenaga kerja dari lulusan SMP, bahkan yang drop out, dan melatih mereka menjadi tenaga terampil. Ini menunjukkan bagaimana kreativitas, ketekunan, dan ketelatenan bisa mengubah tantangan menjadi peluang,” ucap Khofifah. 

Khofifah menyebut selain prestasi di bidang otomotif, Iwan Setiawan juga mengembangkan inovasi rumah tahan gempa sebagai solusi yang relevan dengan kondisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire, kawasan rawan gempa bumi.

"Rumah tahan gempa ini sangat relevan dengan posisi geografis kita, dan menjadi contoh inovasi yang sangat dibutuhkan di wilayah-wilayah rawan gempa. Ini bisa menjadi referensi nasional dan diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi bencana alam di Indonesia," jelasnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan tenaga kerja terampil. Dalam kunjungannya, ia membahas potensi kerja sama antara industri otomotif ini dan program magang yang difasilitasi oleh pemerintah, khususnya bagi lulusan SMK yang berbasis otomotif. 

"Beberapa waktu lalu, Kedutaan Besar Jepang membuka peluang magang bagi tenaga kerja terampil di sektor otomotif. Saya sampaikan kepada Pak Iwan, ini adalah peluang besar. Tenaga kerja yang ada di sini, terutama yang memahami mesin, bisa mendapatkan kesempatan menambah pengalaman dan meningkatkan keterampilan mereka melalui program magang ini," ungkap Khofifah. 

Menurutnya, kesempatan seperti ini bisa memberikan nilai tambah yang signifikan, baik bagi pekerja maupun industri, terutama dalam upaya peningkatan daya saing di tingkat global dalam berinovasi dengan memberdayajan tenaga kerja lokal terhadap pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur, Khofifah berjanji akan memberikan dukungan lebih besar bagi industri kreatif dan berbasis inovasi seperti yang dijalankan oleh Iwan Setiawan. 

"Jika saya diberi amanah untuk memimpin Jawa Timur, saya akan berkomitmen untuk mendorong industri-industri kreatif lainnya agar bisa berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tegas Khofifah.

Sementara itu, pemrakarsa IMC Iwan Setiawan mengatakan telah modifikasi mobil klasik sejumlah lebih dari 600 unit mobil sejak 2017 dengan produksi yang dilakukan secara manual dengan metode handmade, tanpa menggunakan alat industri besar.

Ia melanjutkan bahwa industri ini bertumpu pada personalisasi sesuai permintaan pelanggan.

"Keunggulan kami adalah personalisasi. Banyak orang ingin memiliki mobil klasik yang sudah langka dan mahal, dan di sini, kami mewujudkan keinginan itu dengan teknik handmade," ujarnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Lebih lanjut ia mengatakan, dukungan tenaga kerja lokal juga menjadi elemen penting dalam industri ini. 

"IMC saat ini mempekerjakan sekitar 125 orang, sebagian besar dari mereka adalah lulusan SMP, bahkan beberapa di antaranya drop out, yang kemudian dilatih menjadi tenaga terampil," terang Iwan.

Menurutnya, ia bersama pihaknya sepenuhnya bergantung pada keterampilan tangan yang dianggap sebagai keunikan dan ciri khas produknya.

"Ini adalah bagian dari keunikan kami, dan sekaligus menjadi tantangan serta peluang untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," pungkas Iwan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.