Senin, 15 Jun 2026 21:29 WIB

Sopir Muhdlor Akui Terima Uang dari Siska Wati pada Sidang Korupsi BPPD Sidoarjo

Suasana sidang korupsi BPPD Sidoarjo di Pengadilan Tipikor Surabaya (foto: Alim for jatimnow.com)
Suasana sidang korupsi BPPD Sidoarjo di Pengadilan Tipikor Surabaya (foto: Alim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sopir eks Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) Achmad Masruri mengakui beberapa kali menerima uang dari mantan Kassubag Umum dan Kepegawaian Siska Wati. 

Fakta itu ia ungkap saat dicecar pertanyaan oleh JPU KPK. Masruri tak hadir sendiri. Ia menjalani sidang bersama 7 saksi lainnya.

Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin dan 9 Pejabat Pemkab Tulungagung Diperiksa KPK

Diantaranya Staf Prokopim Sidoarjo Akbar Prayoga dan Aswin Reza Sumantri, ajudan Gus Muhdlor Gelar Agung Baginda dan Perdigsa Cahya Binara, suami Siska Wati yang juga Kabag Pembangunan Setda Sidoarjo Agus Sugiarto.

Kemudian Staf BPPD Sidoarjo Faridz Farah Zein Nurani, sopir Gus Muhdlor Achmad Masruri, dan Dosen UIN Malang M Robith Fuadi.

Kepada JPU, Masruri merinci jika sepanjang Tahun 2022, dirinya menerima uang dari Siska Wati dalam 3 kali tempo dengan nominal Rp15 juta. 

Berlanjut pada 2023, Siska Wati kembali meberikan uang sebesar Rp20 juta. Masruri bercerita, saat itu uang tersebut ia ambil di jok tengah mobil pribadi Siska Wati, yang kebetulan disaksikan langsung oleh suami yang juga Kabag Pembangunan Setda Sidoarjo Agus Sugiarto.

Baca Juga: Kasus Korupsi Bupati Tulungagung Nonaktif, KPK Periksa 9 Saksi di Polda Jatim

"Uang ditaruh di goodie bag. Diletakkan di bangku tengah mobil Fortuner. Sedangkan Siska dan Agus duduk di depan," ucap Masruri, di Ruang Sidang Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Senin (14/10/2024).

Masruri mengakui, uang pemberian dari Siska itu merupakan jatah setoran untuk Muhlor. Uang tersebut diperuntukan untuk kegiatan operasional Gus Muhdlor selama menjabat sebagai bupati kala itu.

Namun, alih-alih digunakan untuk operasional kegiatan Bupati Sidoarjo, Masruri menggunakannya untuk kepentingan sendiri. 

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Tulungagung Non Aktif dan Ajudannya

"Uang itu saya belikan sembako untuk saya bagikan ke tetangga-tetangga. Tetangga tak mampu, janda, dan lain-lain. Saya (juga) berikan uang untuk ponakan-ponakan," lanjutnya.

Dalam sidang sebelumnya, Siska mengatakan jika uang yang ia setorkan pada Muhdlor itu dia ambilkan dari uang 'sedekah'. Yakni uang yang dikumpulkan dari pemotongan insentif pajak para pegawai BPPD. 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.