Selasa, 16 Jun 2026 02:16 WIB

Ini Ciri-ciri Penipu Berkedok Kiai di Ponorogo, Waspada Lur!

Pihak Polsek Slahung sedang meminta keterangan dari warga Desa Tugurejo terkait kasus penipuan. (Foto: Polsek Slahung)
Pihak Polsek Slahung sedang meminta keterangan dari warga Desa Tugurejo terkait kasus penipuan. (Foto: Polsek Slahung)

jatimnow.com - Kasus penipuan berkedok kiai yang menyasar warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, kini sedang dalam penyelidikan Polsek Slahung.

Pelaku berhasil memperdaya dua warga dengan modus menawarkan pengobatan penyakit kronis. Namun akhirnya mengganti uang dan perhiasan korban dengan uang mainan dan rokok.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan keterangan dari para korban dan sedang mengusut lebih lanjut identitas pelaku yang mengaku bernama Gus Wahid.

"Pelaku berpenampilan seperti kiai, memakai baju koko, berkacamata, dan berpeci, dengan usia sekitar 50 tahun," jelas Pitoyo, Senin (14/10/2024).

Berdasarkan keterangan korban, Gus Wahid awalnya mengadakan ceramah di masjid setempat dan menawarkan jasa pengobatan bagi warga yang memiliki penyakit.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Korban yang putus asa dengan kondisi penyakit kronis keluarganya tertarik dengan tawaran pelaku, hingga akhirnya diminta menyerahkan sejumlah uang dan perhiasan untuk dibersihkan secara spiritual. Namun, setelah pertemuan ketiga, pelaku menghilang tanpa jejak.

Saat korban membuka bungkusan berisi uang dan perhiasan, mereka terkejut karena isinya telah berubah menjadi uang mainan dan rokok. Total kerugian yang dialami kedua korban mencapai Rp14 juta.

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

Polsek Slahung saat ini tengah bekerja sama dengan Satreskrim Polres Ponorogo untuk melacak keberadaan pelaku.

“Kami masih terus mendalami kasus ini dan berupaya mengumpulkan informasi lebih lanjut," pungkas AKP Pitoyo.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.