Minggu, 14 Jun 2026 18:45 WIB

Marak Bunuh Diri di Surabaya, Waspadai Gejala Ini Rek!

Mira Tripuspita, psikolog sekaligus VP Business Support Regional 2 Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Mira Tripuspita, psikolog sekaligus VP Business Support Regional 2 Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi di Surabaya dalam beberapa waktu belakangan menimbulkan keprihatinan bagi warga di Kota Pahlawan.

Tercatat dalam sebulan terakhir sudah ada 3 kasus dugaan bunuh diri. Semuanya dilakukan dengan cara melompat dari gedung bertingkat.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Lantas apa yang melatarbelakangi seseorang yang kemudian nekat untuk mengakhiri hidup? Dan bagaimana cara mencegah agar terhindar dari prilaku tersebut?

Menurut Psikolog Mira Tripuspita, ada banyak faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan bunuh diri. Baik dari faktor internal atau dari dirinya sendiri maupun faktor eksternal tekanan dari luar seperti sosial, masalah ekonomi dan lain sebagainya.

"Namun pada intinya, seseorang yang cenderung ingin melakukan tindakan bunuh diri adalah karena depresi, hingga menyebabkan adanya gangguan mental yang tidak terdeteksi," ujar Mira kepada jatimnow.com, Senin (14/10/2024).

Secara umum, kata Mira orang yang mengalami depresi disebabkan karena ambisi (keinginannya) yang tidak bisa dia kendalikan sesuai dengan realita yang ada.

Kondisi tersebut berlangsung lama sehingga mengakibatkan ambisinya itu terus menumpuk sementara realita yang ada tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Sehingga hal itu kemudian menjatuhkan mentalnya.

"Bahwa ketidakmampuan seseorang mengelola ambisi (keinginan) sesuai dengan realita inilah kemudian yang membuat seseorang menjadi depresi," terangnya.

Baca Juga: Pria di Kediri Tiba-tiba Masuk Kolong Truk Pertamina, Depresi Ditinggal Ibu Meninggal

Supaya terhindar dari hal itu, lanjut Mira, seseorang harus mempunyai dan tahu batasan dari apa saja yang menjadi ambisinya. Bahwa ada realita yang bekerja di luar kemampuannya untuk mengatur hal yang menjadi keinginannya.

"Yang paling penting itu tahu batasnya. Kapan harus berhenti (mengupayakan) dan melepaskannya," tegasnya.

Lebih jauh, Mira menjelaskan bahwa setiap diri seseorang itu tubuhnya akan memberikan sinyal atau tanda sedang mengalami stress. Misalnya tiba-tiba mengalami anxiety (kecemasan) kekhawatiran dan rasa takut yang intens, berlebihan, dan terus-menerus ini kemudian menimbulkan reaksi pada tubuh seperti jantung berdenyut kencang, napas tersengal-sengal, berkeringat, merasa lelah, kepala pusing dan lainnya.

"Itu adalah bahasa dari tubuh yang mengatakan bahwa sedang mengalami stress. Jadi kenali bahasa tubuh kita kemudian ambil keputusan untuk melanjutkan mengejar keinginan (ambisi) kita atau melepaskan semuanya dan mulai dengan hal baru," terangnya.

Baca Juga: Lagi, Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Cangar

Pada dasarnya, pencegahan bunuh diri bisa teratasi dengan baik selama keluarga dan temannya ikut peduli untuk membantu serta mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi orang tersebut.

Dukungan dari support system terbukti membawa pengaruh positif pada kesehatan mental seseorang, sehingga orang yang berisiko bunuh diri menjadi lebih bahagia dan kuat menjalani hari-harinya. Itulah mengapa support system memainkan peran penting dalam pencegahan bunuh diri.

"Begitu pun bila Anda sendiri yang merasa ingin bunuh diri atau memiliki ide untuk bunuh diri, berkonsultasilah ke psikiater untuk mendapatkan pertolongan dan penanganan yang tepat," tandas dia.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.