Kamis, 18 Jun 2026 01:57 WIB

Pengobatan Kiai Gadungan di Ponorogo, Tukar Perhiasan jadi Rokok

Polsek Slahung saat meminta keterangan dari warga Desa Tugurejo terkait penipuan berkedok kiai. (Foto: Polsek Slahung/jatimnow.com)
Polsek Slahung saat meminta keterangan dari warga Desa Tugurejo terkait penipuan berkedok kiai. (Foto: Polsek Slahung/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polsek Slahung turun tangan menyelidiki kasus penipuan yang menimpa dua warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Penipuan ini dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai kiai dengan menawarkan pengobatan.

"Total kerugian yang dialami kedua korban mencapai Rp14 juta. Mereka memberikan uang tunai yang kemudian ditukar dengan uang mainan dan perhiasan mereka diganti dengan rokok,” ungkap Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, pada Sabtu (12/10/2024).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Menurut keterangan korban, pelaku yang dikenal dengan nama Gus Wahid ini datang ke Desa Tugurejo untuk memberikan ceramah sambil mengklaim bisa menyembuhkan penyakit. 

Dua warga yang menjadi korban menjelaskan bahwa orang tua mereka sakit parah sehingga tidak bisa hadir ke masjid. Pelaku menawarkan untuk mengunjungi rumah korban.

“Setelah berada di rumah, pelaku menyatakan bahwa orang tua korban bisa sembuh asalkan menyiapkan uang dan perhiasan untuk disucikan,” kata AKP Pitoyo.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Korban diminta membungkus uang dan perhiasan dalam kain berwarna hijau yang bertuliskan huruf Arab, lalu menyimpannya di lemari. Dalam beberapa hari setelah itu, pelaku rutin datang ke rumah korban. Namun, pada pertemuan ketiga, pelaku tidak muncul.

“Setelah menunggu, korban mulai curiga dan membongkar bungkusan hijau tersebut. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan uang mainan dan rokok, bukan uang dan perhiasan yang mereka serahkan,” tambahnya.

Walaupun demikian, korban belum melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak kepolisian.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

“Kami terus melakukan penyidikan lebih lanjut mengenai kasus ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus ini juga dilaporkan oleh Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, yang menegaskan bahwa lebih banyak warga yang mungkin menjadi korban, meskipun baru dua yang melapor.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.