Kamis, 18 Jun 2026 19:54 WIB

Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Dukung Vinanda - Gus Qowim di Pilwali Kediri

Prayogo saat mengantarkan surat dukungan kepada Gus Qowim. (Foto: Tim Media Bolone Vinanda/jatimnow.com)
Prayogo saat mengantarkan surat dukungan kepada Gus Qowim. (Foto: Tim Media Bolone Vinanda/jatimnow.com)

jatimnow.com - Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo resmi mendukung pasangan calon wali kota dan Wakil Wali Kota Kediri nomor urut 1 Vinanda Prameswati - KH. Qowimuddin Thoha dalam Pilkada 2024.

Pembantu Umum Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Kediri Prayogo mengatakan, ada tiga hal yang mendasari dukungan kepada pasangan pemuda dan tokoh ulama tersebut. Di antaranya niat yang sama untuk kemaslahatan umat.

Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

"Latar belakangnya karena beliau Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo K. Abdul Majid Ali Fikri, RA (Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo) masih family dengan beliau (Gus Qowim). Kedua, li maslahatil ummah (untuk kemslahatan umat) dan ketiga sama-sama bisa mujahadahan dengan beliau," tegas Prayogo saat mengantarkan surat dukungan kepada Gus Qowim di kediamannya di Ponpes Al-Ishlah Bandar Kidul, pada Rabu (9/10/2024).

Selain diserahkan kepada Gus Qowim, surat dukungan tersebut juga disampaikan kepada seluruh Ketua Perjuangan Wahidiyah di Kota dan Kabupaten Kediri.

Isinya bahwa Mbak Vinanda dan Gus Qowim sudah sowan kepangkuan Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo K. Abdul Majid Ali Fikri, RA dan sudah mendapatkan doa restu dalam hajatan atau keperluannya sebagai pasangan calon wali kota dan Wakil Wali Kota Kediri.

Oleh karena itu, seluruh Ketua Perjuangan Wahidiyah Kabupaten/Kota Kediri untuk dapat melakukan koordinasi dengan segenap personil PW kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan dengan melibatkan pengamal secara umum untuk membantu mendorong peningkatan dan pembinaan pengamal Sholawat Wahidiyah serta turut mensukseskan hajat keperluan Mbak Vinanda dan Gus Qowim.

Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Kediri, imbuh Prayogo, melihat sosok Gus Qowim sebagai tokoh masyarakat serta tokoh ulama yang sederhana dan tidak meninggalkan kharismatiknya.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

Gus Qowim bersyukur atas dukungan dari Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Kediri. Dia memaknainya sebagai karunia Allah SWT kepada pasangan Vinanda dan Gus Qowim dalam perjuangan untuk membawa Kota Kediri yang lebih MAPAN atau Maju, Agamis, Produktif, Aman dan Ngangeni.

"Yang jelas pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmatnya. Kedua jazakumullah khairan khususnya kepada Romo Kiai Fikri, kalau saya biasa memanggil Gus Fikri atas dukungan ini. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua dan membawa Kota Kediri menjadi lebih baik dan pada akhirnya bisa bermanfaat," tutur Gus Qowim.

Adik ipar mantan Wakil Wali Kota Kediri Hj. Lilik Muhibbah ini bersaudar dengan Gus Fikri. Bahkan, dia sering berdikusi dengan almaghfurllah KH. Abdul Latif Majid (ayahanda Gus Fikri) semasa mbah kyai masih hidup.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

"Kalau sama Gus Fikri beliau masih saudara saya. Dengan Mbah Kyai Latif saya sering komunikasi dan diskusi dengan beliau. Beliau itu cerdasnya luar biasa. Pasca Mbah Kyai Latif nyambung ke Gus Fikri, semoga silaturahim ini betul-betul bisa membawa manfaat dan berkah," imbuh Gus Qowim.

Di samping hubungan keluarga antara Ponpes Al-Ishlah dengan Ponpes Kedunglo, kata Gus Qowim, kedua pesantren mengemban misi yang sama yakni, untuk kemaslahatan umat. "Kalau Al-Ishlah itu khusus untuk mengaji. Sedangkan Kedunglo memiliki lembaga formal, ngaji dan sholawatan yang sangat terkenal dengan Sholawat Wahidiyah," terus Gus Qowim.

"Kedunglo itu pondok besar, tapi jalinan silaturahminya semakin kesini semakin erat dan saling mendukung, karena memiliki fungsi yang sama, mulai dari generasi paling kecil di pesantren sudah ditata, mempersiapkan generasi terbaik," tutupnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.