Senin, 22 Jun 2026 16:29 WIB

Polisi Lakukan Ekshumasi Jasad Siswa MTs di Blitar, Korban Lemparan Kayu Berpaku

Polisi saat melakukan ekshumasi dan autopsi jenazah siswa Mts di Blitar. (Foto: Dok Polres Blitar Kota for jatimnow.com)
Polisi saat melakukan ekshumasi dan autopsi jenazah siswa Mts di Blitar. (Foto: Dok Polres Blitar Kota for jatimnow.com)

jatimnow.com - Satreskrim Polres Blitar Kota melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jasad MKA (14), siswa Mts yang meninggal dunia usai dilempar kayu berpaku oleh seorang pengasuh ponpes. Proses ekshumasi dan autopsi ini dilakukan oleh tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri, di area pemakaman umum Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Jasad korban yang dikuburkan pada 17 September 2024 lalu, diangkat dari liang kubur. Selama proses ekshumasi dan autopsi dipasang garis polisi dan warga dilarang mendekat ke makam.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Kasi Humas Polres Blitar Iptu Samsul Anwar mengatakan, ekshumasi dan autopsi ini dilakukan kemarin pagi. Proses ini digelar sebagai keharusan penyidik kepolisian untuk melengkapi berkas penyelidikan atas kasus tewasnya siswa MTs Al Mahmud yang terletak di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok itu.

“Untuk melengkapi dalam rangka penyidikan lebih lanjut. Penyidikannya lebih lanjut agar lengkap,” ujarnya, Sabtu (05/10/2024).

Proses ekshumasi dan autopsi ini dilakukan setelah pihak keluarga menyetujuinya. Sebelumnya, mereka menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Polisi kemudian melakukan pendekatan dan menjelaskan tujuan serta kepentingan proses tersebut. Pihak keluarga lalu menyetujui untuk dilakukan autopsi.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

"Setelah mengetahui sejumlah versi kronologi kejadian, pihak keluarga bersedia menyetujui auotopsi untuk kepentingan penyelidikan," tuturnya.

Hingga saat ini polisi masih menunggu hasil ekshumasi dan autopsi ini. Nantinya mereka akan melakukan gelar perkara setelah hasilnya keluar.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk ustadz berinisial MUA, yang merupakan terduga pelaku pelemparan papan kayu berpaku yang mengakibatkan korban meninggal.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Kita masih menunggu hasil autopsi keluar," pungkasnya.

Sebelumnya, MKA (14) siswa Mts Al Mahmud dinyatakan meninggal dunia di RSKK Kediri di Pare, Selasa (17/9/2024), setelah menjalani perawatan selama dua malam akibat luka tusuk paku di kepalanya. Menurut keterangan pihak kepolisian, luka tusuk pada kepala bagian belakang Keisa disebabkan lemparan papan kayu berpaku oleh ustadz Ponpes Al Mahmud berinisial MUA. Pelemparan itu terjadi pada Minggu (15/9/2024), diduga dilatari kekesalan MUA karena sejumlah santri tidak mengindahkan perintahnya untuk segera mandi.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.