Senin, 08 Jun 2026 04:46 WIB

DPRD Jatim Minta Pemprov Awasi Ketat Cagar Biosfer TNBTS - Arjuno

  • Penulis :
  • | Rabu, 18 Sep 2024 19:21 WIB
Anggota DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Humas DPRD Jatim)
Anggota DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Humas DPRD Jatim)

jatimnow.com - DPRD Jatim meminta Pemprov melakukan pengawasan ketat terhadap pemanfaatan wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan pegunungan Arjuno. Pasalnya, wilayah tersebut sudaj ditetapkan Unesco sebagai cagar biosfer.

Cagar biosfer adalah rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik yang unik. Jika dieksploitasi secara berlebihan dikhawatirkan akan merusak keanekaragaman hayati sehingga berdampak buruk pada keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Cagar biosfer Itu menjadi bagian dari kekayaan alam yang kemudian menjadi unggulan yang dimiliki oleh bangsa ini dalam konteks Jawa Timur. Salah satu keunggulan keragaman ekosistem hayati dan segala macam yang ada di dalamnya yang harus dipertahankan dan harus dilindungi undang-undang," kata anggota DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, Rabu (18/9/2024).

Anggota DPRD Jatim dari Daerah Pilihan (Dapil) Malang Raya itu menegaskan, cagar biosfer merupakan sumber mata air utama bagi masyarakat sekitar. Melindungi cagar biosfer berarti menjaga ketersediaan air bersih untuk generasi mendatang.

Menurutnya, hutan-hutan di kawasan cagar biosfer Bromo Tengger Semeru harus tetap dijaga kelestariannya, karena berfungsi sebagai penahan air dan mengurangi risiko bencana alam seperti longsor dan banjir.

Dia berharap agar pemerintah bisa membuat kebihjakan yang tepat, agar kawasan cagar biosfer Bromo Tengger Semeru terjaga, karena semakin banyaknya rumah-rumah penduduk di wilayah hutan.

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

“Harus ada edukasi bahwa masyarakat bukan hanya sekadar hidup kemudian membuka hutan ataupun memanfaatkan lahan di situ. Tetapi juga punya kesadaran untuk pelestarian hutan,” tambahnya.

Seperti diketahui, Unesco menetapkan kawasan Bromo-Tengger-Semeru dan pegunungan Arjuno sebagai cagar biosfer pada 2015. Di wilayah ini terdapat 137 spesies burung, 22 spesies mamalia, dan empat spesies reptil yang dilindungi. Termasuk juga flora 'abadi', edelweiss jawa.

UNESCO memang telah memberikan pengakuan penting bagi kawasan Bromo Tengger Semeru dengan menetapkannya sebagai Cagar Biosfer. Ini adalah sebuah pencapaian yang membanggakan bagi Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Penetapan ini menunjukkan bahwa Bromo Tengger Semeru memiliki nilai ekologis dan budaya yang diakui dunia.

Baca Juga: Lagi, Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Cangar

Puguh menyampaikan, selain masyarakat sekitar, Pemprov Jatim juga harus membuat aturan yang ketat bagi wisatawan yang berkunjung agar tidak merusak kawasan TNBTS. Menurut dia, harus ada edukasi dan aturan tertulis untuk menjaga kelestarian alam.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh wisatawan agar dapat menikmati keindahan alam cagar biosfer tanpa merusak lingkungan.

“Harus ada aturan yang tegas dan tertulis agar wisatawan menjaga kelestarian lingkungan terutama cagar biosfer,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.