Minggu, 21 Jun 2026 01:13 WIB

Monumen Trisula di Blitar, Simbol Persatuan Kekuatan TNI dan Rakyat Melawan PKI

  • Penulis :
  • | Rabu, 02 Okt 2024 08:37 WIB
Monumen Trisula. (Foto: Instagram @wisatablitar.id for jatimnow.com)
Monumen Trisula. (Foto: Instagram @wisatablitar.id for jatimnow.com)

jatimnow.com - Banyak peristiwa bersejarah yang dapat menjadi pelajaran generasi muda terkait dengan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Di antaranya Operasi Trisula pada tahun 1968, yang ditandai dengan Monumen Trisula yang berada di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Operasi Trisula adalah operasi militer yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangka menumpas sisa-sisa anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang melarikan diri ke Blitar Selatan setelah kegagalan Gerakan 30 September atau G30S/PKI tahun 1965.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Setelah pemberontakan G30S/PKI dihancurkan di Jakarta dan Jawa Tengah, banyak anggota PKI yang bersembunyi di wilayah Blitar Selatan, memanfaatkan kondisi geografis yang berbukit dan sulit diakses.

Blitar Selatan menjadi basis persembunyian mereka, yang dikenal sebagai basis gerakan Ranting Terakhir PKI. TNI, dengan dukungan masyarakat lokal, melancarkan Operasi Trisula untuk menumpas kelompok ini.
Operasi tersebut berhasil menangkap dan menghancurkan sisa-sisa kekuatan PKI di Blitar, sekaligus mengakhiri perlawanan mereka secara signifikan.

Monumen ini memiliki makna penting dalam sejarah Indonesia sebagai simbol keberhasilan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan dari ancaman komunisme. Nama Trisula sendiri melambangkan tiga kekuatan yang terlibat dalam operasi ini, yaitu TNI, rakyat, dan pemerintah.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Monumen Trisula tidak hanya menjadi tanda penghormatan kepada para pahlawan yang gugur dalam penumpasan PKI, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda akan bahaya ideologi komunis yang pernah mengancam keutuhan negara.

Monumen ini sering dikunjungi oleh pelajar, wisatawan, dan masyarakat setempat sebagai bagian dari edukasi sejarah mengenai perjuangan bangsa melawan komunisme.

Monumen Trisula dilengkapi dengan patung-patung dan relief yang menggambarkan peristiwa Operasi Trisula dan heroisme para prajurit serta rakyat dalam mempertahankan Pancasila.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Selain sebagai situs sejarah, Monumen Trisula juga menjadi simbol kebersamaan antara militer dan rakyat dalam menghadapi ancaman besar terhadap negara.

Penulis : Adristi Atha

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.