Rabu, 17 Jun 2026 10:33 WIB

Pansus DPRD Jatim Godok Tata Tertib, soal Kehadiran jadi Sorotan

  • Penulis :
  • | Senin, 30 Sep 2024 15:52 WIB
Suli Da'im anggota Fraksi PAN DPRD Jatim. (Foto: dok. jatimnow.com)
Suli Da'im anggota Fraksi PAN DPRD Jatim. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatum sedang menggodok tata tertib (Tatib) anggota dewan. Pansus Tatib ini mengemban harapan perbaikan kinerja dan citra DPRD Jatim.

Dua hal yang menjadi perhatian adalah tentang kehadiran dan baju dinas para wakil rakyat yang berkantor di Jalan Indrapura, Surabaya. Sorotan ini diungkap anggota DPRD Jatim Suli Da'im.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Saya setuju Tatib ini untuk memperbaiki citra dewan Jatim yang sedang terpuruk," kata Suli Da'im, Senin (30/9/2024).

Terkait kehadiran, Suli menyebut kehadiran fisik sangat penting untuk menyelesaikan masalah rakyat

"Menyangkut menyelesaikan persolan dan membangun sebuah komitmen akan kepentingan-kepentingan masyarakat yang disampaikan ke DPPR," tegas Suli Da'im.

"Apalagi untuk urusan pengambilan keputusan harus hadir fisik. Jangan cuman tanda tangan. Itupun kita gak tahu tanda tangannya asli atau diwakilkan," sindir politisi asal PAN ini.

Ia juga setuju dengan rencana jumlah baju dinas DPRD Jatim yang sekarang cukup 3 jenis saja, yaitu jas, safari dan batik.

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

"Bagus 'kan biar gak terlalu banyak baju resmi. Lagian bagus juga untuk menghemat anggaran. Biar untuk program masyarakat saja," kata Suli yang pernah jadi anggota DPRD Jatim periode 2009 - 2014 dan 2014 - 2019.

Sementara itu, anggota Pansus Tatib DPRD Jatim Lilik Hendarwati mengaku kehadiran fisik memang seharusnya dilaksanakan. Saat ini harusnya tidak ada lagi anggota yang ada tanda tangannya namun tidak ada orangnya.

"Periode yang lalu kan boleh ikut secara online, berdasar kesepakatan. Tapi sekarang kan sudah tidak ada Covid lagi. Maka untuk Paripurna harus kehadiran fisik," tandas anggota Fraksi PKS ini.

Baca Juga: Khofifah Bantah Terima Fee Ijon dalam Sidang Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

"Sebab pada periode lalu, tanda tangannya ada tapi orangnya gak ada. Bilangnya di ruang fraksi, ruang komisi. Tapi kita kan gak tahu. Jadi ini harus jelas," sindirnya.

Lilik merasa malu dengan adanya oknum anggota nakal tersebut. Baginya, Paripurna itu penting dan dilihat oleh banyak kalangan, seperti pihak eksekutif, atau bahkan mahasiswa yang datang menyaksikan,

"Kalau melihat secara etika, kok gak etis rasanya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.