Sabtu, 20 Jun 2026 01:21 WIB

Cagub Luluk Tanggapi Wacana Pemekaran Madura jadi Provinsi, Setuju?

Calon Gubernur Jawa Timur, Luluk Nur Hamidah. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Calon Gubernur Jawa Timur, Luluk Nur Hamidah. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wacana pemekaran wilayah Madura menjadi provinsi masih menjadi keinginan warga Madura. Wacana ini didukung oleh 4 bupati di Madura sejak 2016 lalu.

Menanggapi hal ini, Calon Gubernur Jawa Timur, Luluk Nur Hamidah menyampaikan bahwa Madura memiliki kemungkinan untuk menjadi provinsi jika sejumlah aspek diperbaiki.

Baca Juga: KPU Jatim Umumkan Khofifah-Emil sebagai Gubernur-Wakil Gubernur di Pilgub 2024

"Sebenarnya secara undang-undang sangat dimungkinkan sebuah daerah yang memiliki kapasitas untuk memekarkan diri menjadi provinsi baru, " ujarnya, Sabtu (28/9/2024).

Menurut Luluk, Madura perlu melakukan beberapa langkah untuk mempercepat proses tersebut. Salah satunya kecukupan jumlah kabupaten. Menurutnya, Madura perlu menyiapkan kabupaten yang perlu dimekarkan dan terdapat kecamatan yang bisa dikembangkan menjadi satu daerah administratif setingkat kabupaten/kota.

Baca Juga: Isi Pesan Cagub Luluk ke Khofifah usai Kalah di Pilgub Jatim 2024

"Tapi sebelum kesana, kita harus open minded, apakah problemnya memang mau jadi provinsi atau ada faktor ketidakadilan dari Pemerintah Provinsi Jatim yang dirasakan masyarakat. Apakah jika kita memiliki kebijakan afirmasi misalnya dalam satu tahun pertama, ada kebijakan anggaran misalnya Rp1 triliun, apakah Madura masih mau jadi provinsi?" imbuhnya.

Ia juga mengatakan, perlu duduk bersama membahas pemekaran wilayah itu. Selain itu, perlu kajian mendalam dari berbagai aspek sebelum menentukan sebuah wilayah menjadi provinsi.

Baca Juga: Mengukur Efektivitas Anggaran Pilkada Jatim 2024

"Namun, jika semua lapisan masyarakat, kampus, tokoh, bupati, setelah melalui kajian sangat mendalam dan di-assesment kemampuan Madura untuk menjadi provinsi sendiri, ya, kenapa tidak?" pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.