Minggu, 14 Jun 2026 12:12 WIB

Mengupas Visi Misi Luluk - Lukman di Pilgub Jatim 2024

Luluk-Lukman saat memperagakan nomor urut satu dalam Deklarasi Kamoanye Damai di KPU (foto: Munir/jatimnow.com)
Luluk-Lukman saat memperagakan nomor urut satu dalam Deklarasi Kamoanye Damai di KPU (foto: Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Luluk Nur Hamidah - Lukmanul Khakim (Luman) mengusung visi misi untuk membangun provinsi Jawa Timur yang makmur dan mendunia di Pilgub Jatim 2024.

Keduanya berkomitmen untuk menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat dengan menghadirkan visi yang ambisius yakni Jawa Timur sejahtera, berdaya saing, inklusif, berwawasan lingkungan, dan mendunia.

Baca Juga: Perdana, Surabaya Lelang Jabatan dengan Proposal dan Adu Gagasan Visi-Misi

Mengusung tagline 'Jatim Luman' representasi Luluk - Lukman untuk Satu kemenangan menuju kemakmuran masyarakat Jawa Timur. 

Untuk mewujudkan visi itu, Luluk - Lukman menyiapkan 5 lqngkah yang bakal digarap untuk mewujudkan cita-cita besar mereka. 

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih unggul dan pemenuhan kebutuhan sosial dasar.

2. Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang inklusif dan berkualitas.

3. Pemerataan pembangunan melalui percepatan infrastruktur desa, pembangunan antar wilayah, dan pelestarian lingkungan hidup serta resiliensi terhadap bencana.

4. Memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang terbuka, partisipatif, akuntabel, bebas korupsi dalam mewujudkan pelayanan publik inovatif.

5. Mewujudkan masyarakat yang aman, berakhlak, inklusif, berkesetaraan gender, dan harmonis.

Dalam berbagai kesempatan Luluk selalu menyuarakan mengenai potensi Anak-anak muda di Jatim yang nyaris tidak tersentuh dan diberikan ruang untuk berkreasi mengembangkan potensi diri. 

Selain itu, isu terkait kekerasan seksual perempuan dan anak, termasuk mengenai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak luput dari pandangan Luluk - Lukman yang akan selalu diperjuangkan.

Baca Juga: KPU Jatim Umumkan Khofifah-Emil sebagai Gubernur-Wakil Gubernur di Pilgub 2024

"Ini (pemuda) adalah generasi penuh harapan kita semua dan harus ada tanggung jawab politik bagi kita untuk bisa membawa bahwa Pilgub ini penting untuk masa depan mereka semuanya," kata Luluk. 

Sementara pengamat politik Jawa Timur dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam berpandangan bahwa visi yang di gaungkan pasangan ini terlalu tinggi dan kurang membaca perkembangan kondisi di Jawa Timur. 

"Saya melihat visi mendunia itu terlalu melangit. Visi yang terlalu tinggi, kurang membumi dan belum sepenuhnya bisa membaca dan melihat masa lalu, masa kini dan masa depan masyarakat Jatim secara komprehensif," ujar Surokim. 

"Memang tidak ada yang salah. Beberapa sudah bagus. Saya pikir perlu penajaman dengan berbasis pada kebutuhan faktual publik jatim dan memerhatikan lingkungan berkelanjutan (sustainability)," sambungnya. 

Kata Surokim, perlu adanya penegasan terhadap visi tersebut yang di pandang masih mempunyai arti yang luas. 

Baca Juga: Gugatan Paslon 03 Dismissal, Pasangan Gabah Menangkan Pilbup Tulungagung

"Saya pikir perlu penajaman terhadap visi pemenuhan dan perlindungan hak dasar terlebih dulu, fokus pada peningkatan kehidupan yang layak lalu, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," tambahnya. 

"Termasuk bagaimana memberi perhatian terhadap pembangunan antar wilayah. Bagaimana menemukan, memakai dan mengembangkan teknologi untuk rakyat, bagaimana mengembangkan budaya lokal dan bagaimana melindungi, melayani dan mensejahterakan publik jatim lebih progresif," terangnya. 

Sementara itu, untuk menang di Pilgub Jatim 2024, kata Surokim, perlu super ekstra kerja keras, mengingat pasangan Luluk - Lukman adalah wajah baru bagi masyarakat Jawa Timur. 

"Geopolitik Jatim yang unik, besar dan beragam memang selalu tidak ramah bagi pendatang baru. Harus berkerja ekstra dan super keras," tutupnya. 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.