Kamis, 18 Jun 2026 12:48 WIB

Kabag Kesra Pemkab Jember Diisi Pelaksana Harian karena Cuti Sakit

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 20 Sep 2024 18:06 WIB
Wakil Bupati Jember, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Wakil Bupati Jember, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jabatan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kabupaten Jember, Ahmad Musoddaq diisi pelaksana harian (Plh). Pasalnya, Ahmad Musoddaq mengajukan cuti dan sedang kondisi sakit.

Menurut Wakil Bupati Jember, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman, pengisian Plh ini untuk meneruskan program kegiatan.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Menurutnya, memang beberapa hari yang lalu Musoddaq mengirim pesan melalui WhatsApp ke dirinya untuk mengajukan cuti dari pekerjaannya.

"Kalau kemudian mengajukan cuti, terus tidak ada pelaksana, ini bisa berhenti program-program yang sudah ada," kata Wabup, Jumat (20/9/2024).

Gus Firjaun meminta hal ini dilihat dengan jernih agar betul-betul objektif. Pengisian pelaksana harian ini semata-mata agar program kegiatan yang ada di kesra tetap berjalan dan tidak terganggu.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

"Jadi ini bukan mutasi, tetap sebetulnya Kabag Kesranya tetap Pak Musoddaq. Karena sakit dan mengajukan cuti, kita ganti dengan pelaksana harian," terang Gus Firjaun.

Ditegaskan, bila tidak ada pelaksana harian akan mengganggu koordinasi di pemerintahan.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

"Dengan kondisi sakit, kita kasihan juga. Naik ke sini (lantai dua) saja nafasnya sudah ngos-ngosan," ungkapnya.

"Ditunjukkan obat-obat ke kita, difoto dan dikirim ke saya. Jadi tidak hanya istirahat fisik, tapi istirahat pikiran juga. Kalau mutasi, pelanggaran itu dan sudah jelas," pungkas Gus Firjaun. (adv)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.