Minggu, 14 Jun 2026 22:04 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Ajak Buruh TKBM Peduli Keselamatan dan Kesehatan

  • Penulis :
  • | Jumat, 20 Sep 2024 10:50 WIB
PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) TPK Ternate menyerahkan helm dan rompi. (Foto: Humas PT Pelindo Terminal Petikemas)
PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) TPK Ternate menyerahkan helm dan rompi. (Foto: Humas PT Pelindo Terminal Petikemas)

jatimnow.com - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) TPK Ternate menyerahkan alat pelindung diri berupa 100 helm dan 100 rompi kepada para tenaga kerja bongkar muat (TKBM).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Terminal Head TPK Ternate Anwar Pae kepada Wakil Kepala UUPJ Koperasi TKBM Ternate Irvan Saleh, Kamis (18/9/2024).

Baca Juga: Kinerja Cemerlang IPC Terminal Petikemas di Tengah Triwulan 2025

Terminal Head TPK Ternate Anwar Pae mengatakan pemberian alat pelindung diri bagi para TKBM merupakan bagian dari transformasi yang sedang dilakukan oleh perusahaan untuk operasional TPK Ternate yang lebih baik.

Anwar menyebut bahwa dalam transformasi yang dilakukan salah satunya adalah berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Dengan pemberian alat pelindung diri ini diharapkan para TKBM lebih sadar dan mematuhi aturan yang ditetapkan terminal untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di TPK Ternate.

“Transformasi dalam bidang operasional salah satunya menyentuh aspek safety yang diterjemahkan dalam 3 hal yakni safety induction, minimum requirement for safety dan sterilisasi terminal,” terangnya.

Safety induction merupakan aktivitas penyampaian informasi terkait bahaya K3 dan peningkatan pengetahuan safety untuk semua pihak yang berkepentingan memasuki terminal. Minimum requirement for safety bagi terminal diwujudkan dalam bentuk standar keselamatan yang sama baik fasilitas maupun peralatan di terminal.

Baca Juga: Triwulan I/2025, Pelindo Petikemas Catat Kenaikan Arus Kontainer 6,57 Persen

Sementara sterilisasi terminal adalah pembatasan akses bagi orang maupun kendaraan untuk masuk ke dalam terminal yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja.

“Pemberian alat pelindung diri ini bagian dari kebutuhan minimal untuk aspek safety bagi pihak-pihak yang berkegiatan di dalam terminal peti kemas, sekaligus bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) kepada pekerja TKBM yang berkegiatan di TPK Ternate,“ tambahnya.

Wakil Kepala UUPJ Koperasi TKBM Ternate, Irvan Saleh menyampaikan terimakasih atas pemberian Alat Pelindung Diri (APD).

Baca Juga: TPC TPK Dukung UMKM Tingkatkan Daya Saing lewat Branding

Menurut Irvan, program ini merupakan hal baik guna menekan angka kecelakaan kerja di lingkungan Pelabuhan Ahmad Yani.

“Kami sangat berterimakasih atas kepedulian TPK Ternate, ini adalah hasil komunikasi dan koordinasi serta kolaborasi yang baik antara PT Pelindo Terminal Petikemas dengan kami selama ini, semoga kerjasama ini lebih ditingkatkan lagi,” tutup Irvan.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.