Kamis, 23 Jul 2026 06:00 WIB

Triwulan I/2025, Pelindo Petikemas Catat Kenaikan Arus Kontainer 6,57 Persen

  • Penulis :
  • | Jumat, 25 Apr 2025 09:19 WIB
Kapal peti kemas di pelabuhan. (Foto: Pelindo for jatimnow.com)
Kapal peti kemas di pelabuhan. (Foto: Pelindo for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 6,57 persen pada periode triwulan I tahun 2025. Perseroan mencatat arus peti kemas triwulan I tahun 2025 sebanyak 3,15 juta TEUs sementara arus peti kemas periode yang sama tahun 2024 sebanyak 2,96 juta TEUs.

Corporate Secretary Pelindo Petikemas Widyaswendra mengatakan arus peti kemas tahun 2025 terdiri dari peti kemas internasional sebanyak 1,02 juta TEUs dan peti kemas domestik sebanyak 2,13 juta TEUs.

Baca Juga: Indonesia Energy Week Resmi Digelar di Surabaya hingga 18 Juli

“Dari jumlah tersebut, arus peti kemas internasional tumbuh sekitar 14,83 persen sementara peti kemas domestik tumbuh 3,02 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun 2024 lalu,” jelas Widyaswendra, Kamis (24/4/2025).

Pertumbuhan arus peti kemas internasional dipicu oleh sejumlah faktor, diantaranya peningkatan kunjungan kapal internasional pada TPS Surabaya yang semula direncanakan sebanyak 239 kunjungan terealisasi sebanyak 249 kunjungan kapal.

Faktor lain adalah peningkatan arus peti kemas di TPK Semarang dimana terdapat tambahan 7 kunjungan kapal pada periode Januari hingga Maret 2025.

TPK Semarang juga mencatat adanya peningkatan peti kemas tujuan ekspor, di antaranya tujuan Amerika Serikat sebesar 28 persen, Korea sebesar 21 persen, dan Jepang sebesar 15 persen.

“Kami mencatat secara keseluruhan peti kemas ekspor tumbuh 15,93 persen dan peti kemas impor juga tumbuh sebesar 12,3 persen,” lanjutnya.

Peningkatan arus peti kemas domestik dipicu oleh permintaan barang kebutuhan pokok yang meningkat pada bulan puasa dan Idulfitri.

Baca Juga: PGN Salurkan Gas ke BMI Lamongan, Biaya Produksi Mulai Turun

Sementara itu, industri logistik menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan pada kuartal pertama tahun ini.

Menurut Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, aktivitas di sejumlah terminal peti kemas, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak, meningkat signifikan seiring dengan pertumbuhan sektor logistik dan forwarding di wilayah tersebut.

“Pertumbuhan ini terjadi baik di segmen logistik ekspor-impor maupun domestik. Kami melihat lonjakan yang cukup merata,” ungkap Wibisono, yang akrab disapa Wibi.

Meski belum ada angka resmi yang dirilis, Wibi memperkirakan pertumbuhan industri logistik di Jawa Timur mencapai dua digit.

Baca Juga: Peti Kemas Terpapar Cesium Ditangani Aman, Pelabuhan Tanjung Perak Tetap Buka

"Antara 15 hingga 20 persen," ujarnya.

Wibi mengakui Pelabuhan Tanjung Perak sebagai hub utama pengiriman barang dari dan ke kawasan timur Indonesia, mencatat peningkatan arus peti kemas yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan aktivitas ekspor-impor yang membaik, tetapi juga pertumbuhan logistik domestik antar-pulau yang semakin efisien,” kata Wibi.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.