Kamis, 18 Jun 2026 04:54 WIB

Buruh PDP Kahyangan dari 5 Kebun Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 18 Sep 2024 15:43 WIB
Ratusan Buruh PDP Kahyangan unjuk rasa di kantornya. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Ratusan Buruh PDP Kahyangan unjuk rasa di kantornya. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan buruh Perusahaan Umum Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember dari 5 kebun di melakukan unjuk rasa di depan kantornya. Mereka menuntut kenaikan upah.

Ratusan buruh PDP Kahyangan dari 5 kebun itu, yakni Kebun Sumber Wadung, Kali Mrawan, Gunung pasang, Sumber Tenggulun dan Kebun Sumber Pandang.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Mereka memrotes kebijakan direksi yang tidak memperjuangkan ribuan buruh yang telah mengabdi puluhan tahun.

"Yang jelas salah satunya karena tidak UMK, maka dari itu buruh bersatu menanyakan terkait masalah UMK 2024," kata koordinator aksi Hermanto, Rabu (18/9/2024).

"Sementara ini, untuk honorer harian itu hanya 1,2 juta, 1,3 juta, dan 1,4 juta per bulan, jadi berurutan," sambungnya.

Lebih miris lagi bagi buruh tukang iris atau sadap karet, mereka tengah malam sekitar pukul 00.30 WIB sudah harus berangkat ke kebun dini hari, dan tidak sesuai dengan upah yang diberikan.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Tapi kalau bagi (buruh) sadapan, malah ada yang 300 ribu, 500 ribu, 700 ribu rupiah," Hermanto kesal.

Keberadaan direksi yang baru di PDP Kahyangan itu dinilai masih tidak berpihak kepada buruh dan bahkan menyengsarakan buruh. Direksi saat ini tidak mampu mengatasi sejumlah permasalahan krusial yang menghambat kesejahteraan karyawan dan kemajuan perusahaan.

Bahkan, ketika para buruh mempertanyakan nasibnya ke para direksi, jawabannya sangat tidak masuk akal.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Alasannya direksi tidak masuk. Bahkan hanya mementingkan perutnya sendiri, bukan mementingkan perutnya karyawannya," kesalnya.

Para buruh menilai, keluhan tentang kenaikan upah sudah disampaikan apa belum ke Bupati Jember selaku kuasa pemilik modal.

"Belum ada kenaikan sama sekali, malah tambah anjlok upahnya karyawan. Entah itu dilaporkan sama direksi bupati, tapi kurang tahu. Jadi kami menagih janji, muak sudah karyawan dengan direksi yang ada di PDP," tandas Hermanto.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.