Senin, 22 Jun 2026 07:43 WIB

Pelatih Sepak Bola Jatim Siapkan Antisipasi Terburuk Lawan Aceh di PON XXI 2024

Pelatih sepak bola Jatim Fakhri Husaini saat diwawancarai wartawan seusai latihan di Lapangan Bukit Lambaro Skep, Kuta Alam, Banda Aceh. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Pelatih sepak bola Jatim Fakhri Husaini saat diwawancarai wartawan seusai latihan di Lapangan Bukit Lambaro Skep, Kuta Alam, Banda Aceh. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelatih sepak bola Jatim Fakhri Husaini telah mempersiapkan seluruh pemainnya dalam situasi apapun, termasuk situasi terburuk saat menghadapi tim Aceh pada semi final sepak bola PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Laga semi final tersebut bakal digelar di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Senin (16/9/2024) pukul 20.00 Wib.

Baca Juga: Valentina Imelda, Motor Serangan Tim Bola Putra Kancil Mas di Dandim Cup Kediri U12

Fahri berharap laga semi final ini bisa berjalan dengan fair play, tidak seperti pertandingan perempat final antara tuan rumah Aceh vs Sulawesi Tengah (Sulteng), yang viral akibat keputusan kontroversial wasit.

“Kami siap semua, situasi terburuk sekalipun, ini tugas saya sebagai pelatih tim PON Jatim,” kata Fakhri seusai memimpin latihan di Lapangan Bukit Lambaro Skep, Kuta Alam, Banda Aceh, Minggu (15/9).

Baca Juga: BRI Youth Champions League 2026 Cetak Talenta Muda

Fakhri berpesan kepada semua pemain agar tetap tenang ketika berada dalam situasi yang tidak menguntungkan. Ia menegaskan bahwa timnya memulai pertandingan dengan 11 pemain maka saat selesai juga harus dengan 11 pemain.

“Artinya apa? Nggak ada lagi pemain tim PON Jawa Timur yang dapat kartu merah. Ini soal moral, ini soal sportivitas, respek,” ucapnya.

Baca Juga: Resmi! Surabaya Jadi Gerbang Timnas Mini Football ke Piala Dunia 2026

Pelatih asal Lhokseumawe tersebut juga memberikan pesan bijak kepada seluruh wasit di Indomesia, khususnya wasit yang bertugas di pertandingan babak semi final dan final PON XXI Aceh-Sumut 2024 agar memimpin secara adil di lapangan demi masa depan para pemain muda lokal yang potensial.

“Kasihan anak-anak. Mereka (pemain) datang kesini untuk belajar, tapi bagaimana bisa belajar main bola kalau tidak dipimpin wasit berkualitas,” pungkas Fakhri.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.