Rabu, 22 Jul 2026 06:50 WIB

Resmi! Surabaya Jadi Gerbang Timnas Mini Football ke Piala Dunia 2026

Ketua Umum KSMI Yan Mulia Abidin (kedua kanan), Ketua KSMI Jawa Timur Johny Hartono (kedua kiri), disela-sela pelantikan pengurus KSMI Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (21/11/2025). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Ketua Umum KSMI Yan Mulia Abidin (kedua kanan), Ketua KSMI Jawa Timur Johny Hartono (kedua kiri), disela-sela pelantikan pengurus KSMI Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (21/11/2025). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) secara resmi menggelar perhelatan akbar perdana, Liga Nusantara (Linus) KSMI 2025, di Lapangan Thor, Surabaya, Jawa Timur.

Acara yang berlangsung dari 22 hingga 28 November 2025 ini mengusung tema, “Join with Us Goes to Mini Football World Cup 2026,” dan akan memperebutkan Piala Bergilir Ketua Umum KONI Pusat.

Baca Juga: Bader FC Sabet Gelar Juara Super Copa Pondok Modern Darussalam Gontor

Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan fondasi penting bagi pengembangan mini football di Indonesia. Didukung penuh oleh KONI dan bekerja sama dengan International Mini Football Federation (IMF), Linus KSMI menjadi langkah awal dalam mencari bibit-bibit unggul nasional.

Ketua Umum Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI), Yan Mulia Abidin, menjelaskan bahwa penetapan Jawa Timur sebagai lokasi event perdana di luar Jakarta melalui proses seleksi ketat.

“Ini pertama kalinya Komite Sepak Bola Mini Indonesia menyelenggarakan Linus. Event ini adalah event berkelanjutan. KSMI sendiri baru berdiri 19 Februari kemarin, tapi alhamdulillah kita sudah melewati beberapa tahapan, internasionalnya juga sudah,” ujar Yan Mulia Abidin disela-sela pelantikan pengurus KSMI Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (21/11/2025). Pelantikan ini juga dihadiri oleh Khaled Al Hadid, Director of Relations International Mini Football Federation.

Terpilihnya kandang Bonek sebagai tuan rumah, Yan Mulia menegaskan bahwa Surabaya dinilai siap dan mumpuni. "Siapa yang siap. Kan tidak serta-merta kita tunjuk. Prosesnya cukup panjang. Jawa Timur yang saya anggap mumpuni. Makanya saya memutuskan untuk tuan rumah Jawa Timur,” tegasnya.

Yan Mulia Abidin menambahkan bahwa Linus ini memiliki misi ganda sebagai persiapan menuju kancah internasional.

“Kita berharap Linus ini menjadi ajang persiapan bibit-bibit unggul untuk sepak bola mini ke depan. Namun, sekali lagi, kita di Februari besok, ditunjuk oleh International Mini Federation sebagai tuan rumah Asia Champion kedua,” imbuhnya.

Mengingat ini adalah ajang perdana KSMI, Yan Mulia Abidin menegaskan pentingnya dukungan semua pihak dan sikap realistis terhadap hasil penyelenggaraan.

Baca Juga: Persebaya Gandeng Mayapada, Bangun Sports Medicine Terintegrasi

“Saya berharap, walaupun pertama kali pasti banyak kekurangan. Saya tidak berharap 100%, 80% itu sudah hebat. Kami di pusat tidak berharap ini 100% rapi dan bagus. 80-90% jadi pun sudah luar biasa. Kita tidak usah muluk-muluk lah ya, sederhana saja gitu,” terangnya. Ia berharap nantinya ada evaluasi menyeluruh setelah event selesai.

Sementara itu Ketua KSMI Jawa Timur, Johny Hartono, menyatakan kebanggaannya ditunjuk sebagai tuan rumah perdana Linus.

“Merupakan kebanggaan bagi kami Jawa Timur, bisa ditunjuk oleh Pak Ketua Umum Pusat sebagai acara perdana untuk secara nasional. Dan semoga kali ini dapat berjalan luar biasa dan dapat diakui,” kata Johny Hartono.

Linus KSMI 2025 akan diikuti oleh 16 tim dari berbagai provinsi dan daerah lain di Indonesia. Pertandingan akan berlangsung setiap hari mulai pukul 14.00 WIB di Lapangan Thor, Jl. Patmosusastro No. 12, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya.

Sebagaimana diketahui, cabang olahraga mini soccer semakin populer di kalangan pecinta sepak bola. Johny Hartono, menjelaskan bahwa mini soccer menjadi jembatan yang menghubungkan futsal dan sepak bola standar.

Baca Juga: Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya

"Mini soccer ini di atasnya futsal, di tengah-tengah ya, di bawahnya soccer biasa. Ini mungkin merupakan jantung daripada sepak bola," ujar Johny Hartono.

"Teman-teman yang tidak bisa berprestasi di sepak bola secara profesional, mungkin bisa di sepak bola mini. Dari bibit di sepak bola mini, kita bisa masuk ke sepak bola yang profesional. Jadi ini ajang untuk prestasi," tambahnya.

Secara teknis, mini soccer memiliki perbedaan ukuran lapangan yang signifikan dibandingkan dengan lapangan sepak bola standar. Ukuran lapangan mini soccer adalah 35 x 40 meter, sedangkan lapangan sepak bola standar berukuran 50 x 60 meter.

Dengan popularitas yang terus meningkat, mini soccer diharapkan dapat menjadi wadah bagi bibit-bibit muda potensial untuk mengembangkan kemampuan sepak bola mereka dan meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.