Minggu, 21 Jun 2026 00:58 WIB

Situs Peninggalan Perang Jepang di Jember jadi Destinasi Wisata Sejarah

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 13 Sep 2024 10:46 WIB
Bupati Hendy meresmikan destinasi wisata sejarah di Jember. (Foto-foto: Diskominfo Jember)
Bupati Hendy meresmikan destinasi wisata sejarah di Jember. (Foto-foto: Diskominfo Jember)

jatimnow.com - Situs peninggalan perang Jepang yang ada di Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Jember, kini dijadikan destinasi wisata sejarah.

Bupati Jember Hendy Siswanto meresmikan langsung 7 bangunan yang dijadikan destinasi wisata sejarah peninggalan perang Jepang, Kamis (12/9/2024).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Kita meresmikan situs peninggalan perang Jepang, ada 7 bangunan situs," kata Bupati Hendy.

Selama 5 jam berada di Desa Cakru, Bupati disuguhkan dengan 7 bangunan sejarah, budaya, macam-macam makanan khas Jember seperti singkong kuning dan sebagainya.

"Tolong ini dirangkai menjadi tujuan wisata. Saya berpesan, yang harus dilakukan pemilik lahan yang ada situsnya dijaga. Atas nama Pemkab Jember menyampaikan terima kasih karena bangunan Jepang ini tetap dipertahankan," ucapnya.

"Lahan ini harus difungsikan sebagai cagar budaya, jadi bangunan tidak boleh dirusak, tetap seperti itu," sambungnya.

Bupati meminta kepada pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), untuk melakukan manajemen yang bagus dan juga buatkan paket kunjungan wisata ke Desa Cakru.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

Bupati menyarankan, kalau sudah banyak wisatawan atau pengunjung, penjual makanan yang tadi disajikan bisa dipindah ke sekitar situs wisata jualannya.

"Jadi kopi andalan yang disajikan, dengan cangkir spesial, ada makanan, singkong kuning dan sebagainya. Jadi mengajak wisatawan berpikir ke tahun zaman perang atau penjajahan selama di sini," sarannya.

"Bahkan kalau perlu, sediakan tempat wisatawan untuk menggambar situs sejarah yang ada ini. Bila perlu ajari mereka cara menggambar," tandas Hendy.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Bupati juga meminta, agar setiap situs ini diberi nama dan cerita singkat sejarahnya. Jadi pengunjung bisa tahu, arti dan manfaat bangunan ini berdiri.

"Beri tulisan di dalam gedung, agar tahu wisatawan ini gedung apa," pintanya.

Bupati berharap, wisatawan yang datang destinasi wisata ini betah dan merasa nyaman.

"Ini kan ada 7 bangunan situs, bagaimana menahan wisatawan yang masuk kesini tdiak pulang, minimal 5 jam kayak saya," harapnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.