Selasa, 16 Jun 2026 14:55 WIB

8.913 Pelamar Telah Mendaftar CPNS di Ponorogo, Berebut 323 Formasi

Ilustrasi apel PNS di Pemkab Ponorogo. (Foto: Prokopim Pemkab Ponorogo for jatimnow.com)
Ilustrasi apel PNS di Pemkab Ponorogo. (Foto: Prokopim Pemkab Ponorogo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Jumlah pelamar pada Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo membludak, mencapai 8.913 orang.

Jumlah ini menempatkan Ponorogo sebagai daerah dengan jumlah pendaftar terbanyak keenam di Jawa Timur.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Menurut unggahan di akun Instagram @bkn2surabaya, dengan total 323 formasi yang tersedia, sebanyak 8.913 pendaftar telah mendaftar. Dari jumlah tersebut, 8.335 orang di antaranya telah melakukan submit.

“Sampai tadi malam pukul 23.59 WIB, jumlah pendaftar total 8.913 orang, yang telah submit sebanyak 8.335. Memang membludak,” ungkap Ahmad Zamroni, Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan, Pengelolaan Data, dan Sistem Informasi ASN, BKPSDM Ponorogo, Kamis (12/9/2024).

Dari data tersebut, sebanyak 578 orang dinyatakan gugur karena tidak menyelesaikan pendaftaran hingga tahap akhir.

“Artinya, mereka gugur sebelum berperang karena tidak submit atau tidak menyelesaikan pendaftaran sampai akhir,” tambah Zamroni.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Hingga saat ini, sebanyak 7.216 pendaftar telah diverifikasi oleh panitia rekrutmen CPNS, sementara 977 pendaftar masih dalam proses verifikasi.

Meskipun demikian, Zamroni belum bersedia mengungkap berapa peserta yang telah dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dan meminta untuk menunggu hingga pengumuman resmi dalam dua hari ke depan.

Dibandingkan dengan rekrutmen CPNS tahun 2021, jumlah pendaftar tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Pada 2021, ada 4.025 pendaftar dengan 153 formasi. Ponorogo juga menjadi daerah dengan jumlah pendaftar tertinggi di Karesidenan Madiun, mengungguli Kabupaten Ngawi, Magetan, Madiun, Pacitan, dan Kota Madiun.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Zamroni menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan tingginya pendaftar di Ponorogo adalah batas minimal IPK yang lebih rendah dibandingkan daerah lain di Karesidenan Madiun, yaitu 2,75, sedangkan di daerah lain mencapai 3,0.

“Kami memprediksi, salah satu alasannya adalah batas IPK yang lebih rendah, yakni 2,75 di Ponorogo dan Pacitan, sementara daerah lain 3,0,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.