Senin, 22 Jun 2026 07:44 WIB

Air Waduk Bendo Ponorogo Makin Menyusut, Wisata Kapal Sewaan Berhenti Beroperasi

Dasar Waduk bendo di bagian hulu mulai tampak merekah karena kekeringan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Dasar Waduk bendo di bagian hulu mulai tampak merekah karena kekeringan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Waduk Bendo bagian hulu yang terletak di Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, dan Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, mengalami penyusutan drastis akibat musim kemarau.

Air yang sebelumnya memenuhi bagian hulu kini hanya tersisa sekitar 20 persen, membuat tanah di dasarnya terlihat merekah akibat kekeringan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Penyusutan ini mulai terlihat sejak bulan Mei 2024 dan berdampak signifikan terhadap sektor wisata, khususnya wisata kapal sewaan yang kini berhenti beroperasi karena minimnya air.

“Kemarau ini semakin sepi. Airnya sudah berkurang lebih dari separuh, nyaris habis," kata Misenun, salah satu pemilik kapal, Kamis (5/9/2024).

Misenun mengungkapkan bahwa dengan berkurangnya pengunjung, pendapatan mereka yang menyewakan kapal juga menurun drastis.

"Dua kapal saya sudah tidak bisa beroperasi. Tidak ada yang berkunjung, jadi ya pasrah saja," ujarnya kepada jatimnow.com.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Penyusutan air waduk juga memengaruhi para pemancing yang biasa beraktivitas di sekitar waduk.

Sukirno, salah satu pemancing, mengatakan bahwa mereka kini harus menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi yang biasa digunakan, dan harus berjalan kaki karena lokasi yang semakin sulit dijangkau.

“Biasanya di pinggir waduk sudah bisa mancing, sekarang harus jalan jauh dulu," katanya.

Baca Juga: Kementan Siapkan Langkah Strategis Jaga Produktivitas Hasil Pertanian di Lamongan

Meskipun kondisi penyusutan air belum separah tahun sebelumnya, warga setempat khawatir jika musim kemarau berlanjut, situasinya akan semakin memburuk.

“Semoga segera turun hujan saja, itu harapan kami," pungkas Sukirno.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.