Minggu, 14 Jun 2026 17:51 WIB

Bocah Pemulung Dapat Bantuan Pemkab Bangkalan, Diduga Dieksploitasi Keluarga

Korban dugaan eksploitasi. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Korban dugaan eksploitasi. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tomy, bocah kelas 2 Sekolah Dasar (SD) asal Sukolilo Barat, Bangkalan yang menjadi pemulung viral di media sosial mendapatkan perhatian pemerintah. Pemerintah Kabupaten Bangkalan langsung menelusuri dan mengecek kondisi bocah berusia 9 tahun itu.

Dari hasil penelusuran, Pj. Bupati Bangkalan, Arief M Edie mengatakan Pemkab dan Forkopimda sejak 2 tahun lalu telah menyalurkan berbagai bantuan, baik berupa kebutuhan pokok, Bantuan Langsung Tunai (BLT), kesehatan melalui UHC hingga fasilitasi pendidikan.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Namun anak ini tetap keliling membawa karung dan diduga didesak kebutuhan keluarga, padahal dua orangtuanya masih sehat, " ujarnya, Jumat (30/8/2024).

Rombongan Pemkab Bangkalan bersama Tim Sekretaris Pribadi Presiden (Timsespripes) juga menyerahkan bantuan dari Presiden Jokowi dan bantuan dari Pemkab Bangkalan pada Kamis (29/8) kemarin.

Bantuan berupa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sembako, bantuan perlengkapan sekolah, fasilitasi pendidikan hingga lulus dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta bantuan perlengkapan usaha berupa tabung gas, kompor gas, penggorengan, dan perlengkapan lainnya untuk keluarga Tomy diserahkan secara langsung oleh Timsespripes bersama Pj. Bupati Bangkalan.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

"Tentunya kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada Tomy serta keluarga. Pemerintah akan menanggung biaya sekolah Tomy hingga lulus jadi Tomy harus fokus sekolah," imbuhnya.

Ia juga menegaskan, jika Tomy kembali lagi menjadi pemulung maka akan diambil tindakan tegas seperti menempuh jalur hukum.

"Kalau kembali lagi memulung ini bisa disidik oleh penegak hukum terkait mempekerjakan anak di bawah umur kan ada hukumannya," lanjutnya.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

Ia melihat bahwa menjadi pemulung seperti yang dilakukan Tomy bukanlah karena keinginannya sendiri, tapi ada dorongan dari keluarga karena kebutuhan.

"Tapi kan dia tidak melulu menjadi pemulung. Hanya saat pulang sekolah terus dia jalan sambil memulung," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.