Senin, 08 Jun 2026 07:30 WIB

Mengolah Bonggol Pisang Jadi Martabak Manis

Bonggol pisang dikupas sebelum dibuat bahan kue
Bonggol pisang dikupas sebelum dibuat bahan kue

jatimnow.com - Pelajar di Ponorogo berhasil mengolah akar pohon pisang atau yang kerap disebut bonggol, menjadi  martabak manis dengan aneka rasa. Bonggol pisang biasanya digunakan sebagai makanan ternak (Sapi).

Dengan tangan terampil tiga siswi SMK 1 Pemda Ponorogo, diantaranya Endang Setiani, Awalunisa dan Melianan Mustakim, mengubah bonggol pisang menjadi martabak manis.

Meliana Musatkim mengatakan, martabak manis berbahan dasar bonggol pisang ini diakui mempunyai banyak vitamin. Menurutnya, gizi yang terkandung di bonggol pisang sebenarnya komplit.

"Banyak yang menyepelakan bonggol pisang. Tapi gizinya sangat banyak sekali sebenanrnya," kata Meliana Mustakim, Sabtu (22/9/2018).

Ia mengatakan, seperti fosfor untuk menguatkan tulang dan karbohidrat dan kandungan airnya juga banyak.

"Jadi itu bisa menyehatkan tubuh," klaimnya.

Ia membeberkan, proses pembuatannya sederhana dan membutuhkan biaya yang sedikit. Ia mengklaim, uang yang dikeluarkan pun kurang dari Rp 50 ribu. Dan bisa  dijual Rp 79 ribu. Sehingga untung Rp 25 ribu sampai Rp 29 ribu.

"Pertama, bonggol pisang yang sudah dicabut dari tanah dibuang kulitnya. Setelah bersih dipotong kecil-kecil bonggolnya direbus di air mendidih selama 15 menit," beber siswa lain, Awalunisa, sambil mempraktikkan cara membuat martabak manis dari bonggol pisang.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai



Menurutnya, proses perebusan kali ini bertujuan menghilangkan getah yang masih menempel di bonggol pisang. Jika tidak dihilangkan, lanjutnya, akan menyebabkan gatal pada lidah.

Tahap selanjutnya, bonggol pisang yang sudah direbus diblender hingga lembut. Baru kemudian disangrai hingga kandungan air hilang.

"Setelah kering, campur dengan adonan bahan untuk membuat roti. Mulai dari tepung terigu, telur, garam dan bahan pelengkap lain," katanya.

Sementara, untuk mempercantik dan menambah selera, martabak manis bias diberi toping sesuai selera. Mulai dari selai, meisis, chocochip hingga kacang.

Di sisi lain, Endang Setiani, menjelaskan, muncul ide ini karena banyak bonggol pisang di sekitar sekolah. Hal itu, membuat dirinya dan dua temannya tergelitik untuk membuatnya.

"Kami mencobanya hingga empat kali. Baru berhasil dan bisa terolah martabak manis ini berbahan dasar bonggol pisang," katanya.

 

 



Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.