Rabu, 17 Jun 2026 07:48 WIB

Pilwali Kota Batu Rawan Politik Uang, Ujaran Kebencian dan SARA

  • Penulis : Gerhana
  • | Selasa, 20 Agu 2024 13:36 WIB
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat Bawaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid Farobi. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat Bawaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid Farobi. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Politik uang, ujaran kebencian dan SARA menjadi dari sekian total 6 isu hasil pemetaan kerawanan Pilwali Kota Batu 2024 yang dikeluarkan oleh Bawaslu Kota Batu.

Hasil pemetaan ini berdasarkan dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang diterbitkan oleh Bawaslu RI dan kejadian-kejadian pada penyelenggaraan Pemilu 2024 di Kota Batu lalu yang menjadi sumber data utama.

Baca Juga: Gus Lilur: Muktamar NU Tak Boleh Tercemar Politik Uang

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat Bawaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid Farobi mengatakan, kejadian-kejadian pelanggaran yang terjadi pada saat Pilpres dan Pileg 2024 tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi pada Pilkada 2024.

Sedangkan 4 isu lainnya yang menjadi hasil pemetaan kerawanan, yaitu ketidakprofesionalan penyelenggara, kepatuhan peserta, keberatan peserta (sengketa), dan kampanye di luar jadwal.

Sehingga, diharapkan ke depan 6 kerawanan ini tidak terjadi lagi, karena berpengaruh terhadap legitimasi hasil pemilihan. Dikatakannya, hal ini bukan bermaksud untuk menyebarkan atau menyuguhkan kelemahan-kelemahan penyelenggaraan pemilu.

"Tapi ini merupakan mitigasi atau early warning system, atau kemudian kita gejala-gejala yang berpotensi muncul, sehingga dilakukan yang namanya pencegahan pengawasan secara terfokus efektif dan komprehensifnya di situ," kata Yogi, Senin (19/8/2024).

Politik uang pernah terjadi pada Pilpres dan Pileg 2024 lalu di Kota Batu. Namun, hal ini tidak bisa hingga dilanjutkan ke ranah hukum. Sebab, pelaku yang membagi uang tidak terdaftar secara resmi sebagai unsur tim kampanye.

Kemudian, adanya tujuh penyelenggara Pemilu 2024 di Kota Batu yang masuk dalam SIPOL atau aplikasi yang digunakan untuk membantu mendata partai politik dan anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: E-Voting: Bamsoet Desak KPU dan Pemerintah Percepat Pemilu Digital

"Pembagi uang terus PPS, PPK, anggota KPU yang terjerat itu sudah dilakukan penanganan, seperti dimintai keterangan, dipanggil oleh Bawaslu. Nah jangan sampai temuan ini terjadi lagi. Temuan politik uang dan profesionalitas penyelenggara menjadi kerawanan," katanya.

Selain itu, juga ditemukan spanduk-spanduk berbau ujaran kebencian yang menyinggung kandidat calon dalam Pilpres 2024. Kemudian, adanya spanduk-spanduk berbau kampanye yang dipasang tidak sesuai jadwal tahapan.

Lebih lanjut, untuk meningkatkan profesionalitas penyelenggara Pilkada 2024, Bawaslu Kota Batu bersama KPU Kota Batu terus berkoordinasi secara intensif. Hal ini guna untuk mengurangi kesalahan persepsi, adanya ketertutupan data dan lainnya.

Pihaknya juga selalu meminta pendampingan dengan Sentra Gakkumdu yang tidak hanya mendampingi ketika penanganan pidana pemilu. Sehingga, diharapkan kualitas pengawasan dan penanganan pelanggaran Pilkada 2024 akan menjadi lebih baik.

Baca Juga: Kiai NU dan Khofifah Dihina, BAGUSS Lapor Polisi

"Kita juga akan fokus ke masyarakat untuk pendidikan politik dalam hal anti politik uang, politisasi sara dan ujaran kebencian seperti itu," katanya.

Sedangkan, jumlah pengawas di Pilkada Kota Batu 2024 berjumlah 335 orang. Mereka diantaranya, 302 pengawas di TPS, 24 pengawas di tingkat desa/ kelurahan, 9 pengawas di tingkat kecamatan, dan 3 pengawas di tingkat kota.

"Jumlah tersebut tidak cukup untuk mengawasi seluruh persoalan Pilkada 2024. Kami berharap, peran aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan," katanya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.