Rabu, 22 Jul 2026 03:45 WIB

E-Voting: Bamsoet Desak KPU dan Pemerintah Percepat Pemilu Digital

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 16 Sep 2025 23:38 WIB
Bamsoet saat memberikan kuliah Pascasarjana (S2) Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan, di Jakarta, Selasa (10/9/2025). (Foto/Humas)
Bamsoet saat memberikan kuliah Pascasarjana (S2) Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan, di Jakarta, Selasa (10/9/2025). (Foto/Humas)

jatimnow.com - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Indonesia untuk mulai serius mempertimbangkan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam Pemilu secara bertahap. Hal ini menyusul aksi anak muda Nepal yang sukses menggelar pemilihan perdana menteri secara daring menggunakan platform Discord.

"Pemilu adalah instrumen kedaulatan rakyat. Kalau teknologi bisa membuatnya lebih cepat, akurat, transparan dan akuntabel, kenapa tidak kita pertimbangkan? Yang penting, jangan terburu-buru dan harus ada standar keamanan serta audit yang ketat agar kepercayaan publik tetap terjaga," ujar Bamsoet saat memberikan kuliah Pascasarjana (S2) Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan, di Jakarta, Selasa (10/9/2025).

Baca Juga: Waspadai Jebakan Geopolitik, Bamsoet Minta Pemerintah Jaga Rupiah

Bamsoet mencontohkan keberhasilan Kabupaten Boyolali dan Sidoarjo yang telah menerapkan e-voting dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) pada tahun-tahun sebelumnya. Hasilnya dinilai efisien, cepat, minim masalah, dan lebih hemat biaya.

"E-voting menjawab masalah klasik pemilu di Indonesia, yakni undangan ganda, surat suara sisa yang rawan disalahgunakan, hingga Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kerap bermasalah," jelas Ketua MPR RI ke-15 ini.

Dasar hukum e-voting pun sudah kuat. Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2009 telah mengesahkan metode e-voting untuk pemilihan kepala daerah. Hal ini diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang membuka ruang penggunaan perangkat elektronik dalam proses pemungutan suara.

Baca Juga: Gus Lilur: Muktamar NU Tak Boleh Tercemar Politik Uang

"Kalau di level pemilihan kepala desa kita sudah bisa melakukannya dengan sukses, kenapa tidak melangkah lebih jauh? Kita tidak boleh kalah cepat dengan perkembangan zaman. Apalagi teknologi bisa menutup celah kecurangan, biaya tinggi serta politik uang yang selama ini kerap merusak kualitas Pemilu kita," kata Bamsoet.

Bamsoet juga menyoroti pengalaman negara lain seperti India, Estonia, dan Brasil yang telah sukses menerapkan e-voting dalam skala besar.

"Kalau India dengan jumlah pemilihnya yang hampir satu miliar bisa melaksanakan, seharusnya kita juga bisa. Brasil, Filipina, sampai Estonia sudah membuktikan. Tinggal kita, mau atau tidak," tegasnya.

Baca Juga: Sidoarjo Siap Tinggalkan Coblos Paku, E-Voting Jadi Incaran di Pilkades 2026

Menurut Bamsoet, kunci utama pelaksanaan Pemilu menggunakan e-voting terletak pada political will dari KPU, partai politik, dan pemerintah. Ia menekankan bahwa demokrasi Indonesia tidak boleh terus terjebak dalam pola lama yang rentan manipulasi.

"Penerapan e-voting bisa dilakukan bertahap, Mulai dari Pilkades, lalu naik ke Pilkada, baru kita bicara Pileg dan Pilpres," pungkas Bamsoet.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.