Selasa, 16 Jun 2026 10:33 WIB

3 Kecamatan di Tulungagung Rawan Money Politics

Ketua Bawaslu Tulungagung, Pungki Dwi Puspito, peta kerawanan IKP di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Ketua Bawaslu Tulungagung, Pungki Dwi Puspito, peta kerawanan IKP di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bawaslu Kabupaten Tulungagung merampungkan penyusunan Indeks Kerawanan Pemilihan (IKP) tahun 2024.  Hasilnya, ada tiga kecamatan di Kota Marmer yang dinilai rawan money politics atau politik uang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tulungagung, Pungki Dwi Puspito mengatakan, dalam proses penyusunan IKP ini mereka mengolah beberapa data mulai dari pemilihan di tahun 2018 hingga Pemilu 2024 lalu.

Baca Juga: KPU Tulungagung Kembalikan Rp8,3 M Sisa Anggaran Pilkada 2024

Terdapat empat dimensi yang menjadi acuan pihaknya dalam pemetaan Indeks Kerawanan Pemilihan (IKP) tahun 2024 ini. Yaitu konteks sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi dan partisipasi.

Selain itu pihaknya juga mengaca pada potensi kerawanan dan kejadian selama pelaksanaan Pilkada 2018, Pemilu 2019, dan Pemilu 2024 lalu.

“Jadi ada beberapa dimensi dalam penentuan IKP ini, seperti penyelenggaraan Pemilu, konteks sosial politik, partisipasi masyarakat dan kontestasi, misalnya kita pernah temukan perusakan APK pada dimensi konteks sosial politik, terus kita juga mendeteksi kemungkinan danya konvoi selama Pilkada, kemudian pada 2024 lalu sempat ada WNA yang masuk namun akhirnya kami temukan," ujarnya, Senin (19/8/2024).

Baca Juga: Ini Program Prioritas 100 Hari Pasangan Bupati Tulungagung Terpilih

Pungki menyebut, dari hasil pemetaan ini kabupaten Tulungagung masuk dalam kategori sedang, yakni pada dimensi kontestasi, sedangkan pada dimensi lainnya masuk kategori rendah.

Selain itu mereka juga memetakan potensi kerawanan di beberapa kecamatan. Bawaslu menemukan kerawanan pada proses penyusunan daftar pemilih di 4 kecamatan dan money politics di 3 kecamatan.

“Kalau WNA yang masuk dalam Daftar Pemilih sudah kita pastikan tidak ada, kalau pendataan yang prosedural masih kita temukan, namun sudah kita berikan catatan kepada KPU dan sudah ditindak lanjuti oleh KPU," jelasnya.

Baca Juga: KPU Tulungagung Tetapkan Gatut Sunu-Ahmad Baharudin sebagai Pemenang Pilkada

Dengan IKP ini, Bawaslu berharap bisa menjadi acuan untuk meningkatkan fokus pengawasan. Mereka dapat menentukan rencana strategis dalam upaya pencegahan, pengawasan Pilkada sehingga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Jadi kita sudah memiliki gambaran dengan pemetaan ini sehingga dapat menyusun strategi pengawasan yang tepat," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.