Rabu, 10 Jun 2026 11:21 WIB

DPRD Surabaya: Program Layanan Kesehatan Wajib Ditunjang Sarpras Ideal

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati (Foto: Ni’am Kurniawan/jatimnow.com)
Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati (Foto: Ni’am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerataan fasilitas kesehatan masih menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan APBD Surabaya di Tahun 2025. Salah satunya adalah terkait dengan puskesmas pembantu (pustu).

Rencananya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada anggaran tahun depan untuk bidang kesehatan akan fokus pada pustu yang terintegrasi dengan layanan primer.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati mengungkapkan, saat ini dewan tengah menunggu rincian data dari Pemkot Surabaya terkait rencana itu. Memang, saat ini Pemkot Surabaya dan legislator tengah menggodok APBD untuk tahun 2025.

Saat ini, keberadaan pustu ini menurut dia sangat penting. Sebab, Pemkot Surabaya juga memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan layanan kesehatan. Sebutlah seperti satu kelurahan satu ambulan dan satu RW satu nakes.

"Kita mengupayakan tidak hanya penambahan, tapi rehabilitasi bangunan juga terus dikaji. Karena memang (pustu) yang sudah ada di kota ini, dengan berbagai program, baik itu KSH, satu ambulan satu kelurahan, lalu nakes di masing-masing RW itu harus ditunjang dengan sarana prasarana (sarpras) yang memadai," kata Ajeng.

Legislator Gerindra itu menambahkan, kajian mengenai pemenuhan sarpras untuk pemerataan fasilitas layanan kesehatan menjadi kunci untuk kesuksesan program tersebut.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Jika ingin menambah pustu semisal, tentu yang harus dilihat adalah kajian mengenai kepadatan penduduknya.

"Dan juga mungkin, di daerah situ balai RW-nya yang belum ada. Sehingga tidak memungkinkan untuk pembukaan pustu itu. Nah ini yang akhirnya perlu kita perhatikan juga. Bagaimana agar program layanan kesehatan ini bisa maksimal," tuturnya.

Selain itu, terkait layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah juga menjadi poin penting dalam pembahasan APBD 2025. Terlebih, tahun depan Pemkot Surabaya juga berencana untuk membangun rumah sakit Surabaya Selatan.

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

Rumah sakit milik Pemkot Surabaya saat ini sudah memiliki sejumlah layanan unggulan. Seperti RS Soewandhie yang bisa melayani pengobatan untuk kanker.

Kemudian rumah sakir Surabaya Timur yang saat ini sudah hampir rampung pembangunannya, juga memiliki layanan unggulan untuk ibu dan anak, khususnya di ranah layanan psikolog.

"Nah nanti Surabaya Selatan seperti apa. Saya yakin ke depannya harus bisa memfasilitasi dengan adanya sarpras yang lebih mumpuni sesuai dengan perkembangan. Saat ini kami juga sedang menunggu hasil kajiannya seperti apa untuk Surabaya Selatan ini," tandas Ajeng.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.