Rabu, 17 Jun 2026 05:35 WIB

Nelangsa Petani Cabai di Ponorogo, Gagal Panen Akibat Virus Gemini

Petani cabai Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Petani cabai Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tidak semua petani di Ponorogo bisa menikmati hasil panen cabai yang baik dengan harga jual yang tinggi. 

Beberapa petani di Bumi Reog justru harus menerima kenyataan pahit. Tanaman cabai mereka rusak dan gagal berbuah akibat virus.

Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan Padi dan Jagung di Jember Diserang Hama Tikus

Hal ini dirasakan Rochim, salah satu petani cabai di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Cabai yang ditanamnya tak satupun menunjukkan hasil yang baik.

"Tanaman cabai di tempat saya rusak, tidak jadi panen. Harusnya ini sudah lewat 3,5 bulan, harusnya sudah bisa panen," ujar Rochim di lahan cabainya.

Menurut Rochim, virus yang menyerang tanaman cabainya adalah virus gemini. Virus ini menyebabkan daun menjadi keriput dan berkerut, sehingga tanaman gagal berbuah. 

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ya disebut gagal karena memang tidak panen. Permintaan pasar tinggi, tapi tidak bisa dipenuhi," lanjutnya.

Petani lain, Rudi Setiono, juga mengalami nasib serupa. Virus gemini mulai menyerang tanaman cabainya sekitar satu bulan yang lalu, dengan tanda-tanda pohon yang mengerdil, daun keriting, dan berubah warna menjadi kuning. Kini, dia hanya bisa memanen 2 hingga 3 kilogram saja.

"Rugi total ini. Biasanya tanaman cabai saya di satu kotak sawah bisa menghasilkan 25 kilogram setiap seminggu sekali," keluh Rudi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Untuk mengurangi kerugian lebih lanjut, Rudi memilih untuk mengganti tanaman cabai dengan jagung.

“Daripada tidak dapat apa-apa. Ini sudah melakukan berbagai upaya penanganan," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.