Selasa, 16 Jun 2026 05:03 WIB

Unik! Pemkab Ponorogo Gelar Lomba Cipta Menu Baru Tanpa Bahan Beras

Bupati Ipong bersama istrinya saat mencicipi berbagai menu makanan peserta Lomba Cipta Menu di Gedung Sasana Praja, Kabupaten Ponorogo, Kamis (20/9/2018).
Bupati Ipong bersama istrinya saat mencicipi berbagai menu makanan peserta Lomba Cipta Menu di Gedung Sasana Praja, Kabupaten Ponorogo, Kamis (20/9/2018).

jatimnow.com – Sebanyak 21 peserta mengikuti Lomba Cipta Menu (LCM) berbaris pangan lokal 2018 di Gedung Sasana Praja, Kabupaten Ponorogo, Kamis (20/9/2018). Mereka berasal dari ibu-ibu PKK di 21 kecamatan.

Berbagai menu makanan terpampang dengan model dan bentuk yang beraneka ragam. Tidak hanya sedap dipandang, namun juga enak di lidah.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Hal itu sudah dibuktikan oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat keliling mencicipi berbagai menu makanan itu. Bahkan, sesekali dia juga menyuapi ibu penggerak PKK Kabupaten Ponorogo, Sri Wahyuni Ipong.

"Hem… enak ini. Mau coba gak teman-teman," kata Ipong kepada wartawan sembari mencicipi menu makanan milik salah satu peserta LCM.

Uniknya lagi, berbagai menu makanan itu tidak ada yang mengandung beras. Hal ini juga sejalan dengan permintaan Bupati Ipong bahwa masyarakat Ponorogo seharusnya mengurangi konsumsi beras.

Bupati Ipong mengatakan saat ini komsumsi beras warga Ponorogo masih cukup tinggi, yaitu sekitar 180 kg per kapita per tahun. Jumlah ini hampir sama dengan rata-rata komsumsi beras nasional.

Sedangkan konsumsi daging sekitar 6 - 7 kg per kapita per tahun. Jumlah ini jauh di bawah konsumsi daging warga di negara-negara Eropa yang mencapai 90 kg per kapita per tahun.

“Jadi terlalu banyak makan karbohidrat, ini kurang baik. Karena itu gizinya harus ditingkatkan agar warga kita tumbuh sehat dan bisa muncul atlet-atlet kelas nasional dan internasional,” ujar Ipong.

Oleh karena itu, LCM ini merupakan ajang yang tepat untuk mengkreasikan berbagai bahan pangan lokal untuk disajikan secara variatif. Bila sudah begitu, maka warga akan mau mengkonsumsi makanan pokok selain beras, sehingga konsumsi beras bisa menurun.

Bahkan, ia juga berharap para peserta itu untuk terus berkreasi dan tidak berhenti saat ada lomba LCM saja.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

"Saya sekarang melihatnya setiap selesai lomba ya sudah. Makanan tersebut hanya dikonsumsi di desa atau kecamatan masing-masing," katanya.

Seharusnya, lanjut dia, LCM ini bisa mengeluarkan makanan khas yang baru dan bisa dikonsumsi secara massal.

"Selama ini masyarakat hanya kenal sate ayam, sate kambing, jenang boto dari Ponorogo. Seharusnya hasil lomba ini bisa dipasarkan," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, ia juga berjanji untuk memulai pengurangan konsumsi beras itu dari pihak pemerintahan, sehingga nanti dari bagian umum atau dinas lain bisa membeli dan menyajikannya saat acara.

"Kalau misalnya ada tamu, bisa dong disajikan. Misal ada 5 menu, 1 menu dari hasil LCM ini tadi," tambahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Namun begitu, ia mengaku tidak bisa menghilangkan menu wajib seperti sate ayam atau sate kambing khas Ponorogo. "Setidaknya kita mengenalkan juga," pungkasnya. (ADV/Arif Ardianto)

 

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.