Selasa, 16 Jun 2026 16:50 WIB

Pengamat Pendidikan Unej Dukung Penghapusan Jurusan SMA: Hilangkan Kasta

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 25 Jul 2024 12:04 WIB
Pengamat pendidikan sekaligus Dosen FKIP Universitas Jember (Unej), Dr Sukidin MPd. (Foto: Sukidin for jatimnow.com)
Pengamat pendidikan sekaligus Dosen FKIP Universitas Jember (Unej), Dr Sukidin MPd. (Foto: Sukidin for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengamat pendidikan sekaligus Dosen FKIP Universitas Jember (Unej), Dr Sukidin MPd mendukung penghapusan jurusan di SMA yang dilakukan Kemendikbudristek.

Sukidin menyatakan, dalam perspektif merdeka belajar kebijakan tersebut cukup beralasan. Penghapusan jurusan dapat menghindari munculnya kasta di sekolah. Selama ini ada cluster antara kelas IPA, IPS dan Bahasa.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Kelas IPA dianggap lebih superior dibanding IPS atau Bahasa. Padahal seharusnya, itu hanya persoalan minat saja," katanya, Kamis (25/7/2024).

Dikatakannya, konsep pembelajaran berdiferensiasi lebih relevan untuk merespons kebijakan penghapusan jurusan. Dalam praktiknya siswa tetap berada di kelas yang sama, namun mendapat perlakuan sesuai dengan minat dan gaya belajarnya.

"Untuk tingkat SMA yang diperlukan adalah mempelajari pengetahuan dasar tentang anatomi keilmuan, baik sosial science maupun natural science, sambil menggali potensi yang dapat dikembangkan ketika studi di universitas," jelasnya.

Sukidin menceritakan, seperti pada zaman dulu orang muda hanya belajar filsafat. Hal tersebut sudah dianggap cukup dalam mengatur kehidupan bersama, dan nyatanya mereka bisa hidup harmoni.

"Untuk itu generasi milenial perlu penguatan nilai keilmuan secara komprehenship dan pembiasaan sikap bijak," bebernya.

Sukidin menegaskan, masa SMA adalah masa perkembangan yang paling radikal, sehingga perlu perlakuan dan pendidikan yang tepat. Peran guru dan sekolah sebagai pengasuh akan sangat berpengaruh pada masa depannya. Biasakan berpikir dan berbuat secara egaliter.

"Mengutamakan kebersamaan dan keakraban sosial. Penghapusan jurusan merupakan jawaban, setidaknya untuk saat ini," terangnya.

"Potensi bisa diidentifikasi dengan memberi kemerdekaan peserta didik mengambil paket-paket peminatan bidang studi yang disukainya," tegas Sukidin.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Hal senada disampaukan Humas PB PGRI Pusat Ilham Wahyudi. Aktivis pendidikan ini juga berpendapat, penghapusan itu memang tujuannya baik. Yakni, untuk menghilangkan stigma jurusan IPS selalu lebih rendah kemampuan intelektualnya, dibandingkan jurusan IPA.

Ilham Wahyudi.Ilham Wahyudi.

"Nah ini akan terhapuskan sendiri melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Dihapusnya jurusan ini maka anak diberikan kebebasan anak untuk memilih sesuai bakat minatnya nanti," katanya, Kamis (25/7/2024).

Sehingga, menurut Ilham, mereka akan lebih terfokus dan menguasai satu bidang materi sesuai bakat dan dilanjutkan nanti di perguruan tinggi.

Namun permasalahannya, tujuan-tujuan yang baik dari implementasi Kurikulum Merdeka ini harus diikuti dengan banyak hal, misalnya sosialisasinya kepada para guru di bawah.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Karena sampai saat ini banyak para guru bingung terkait dengan dihapusnya jurusan ini, bagaimana kedepannya ini sosialisasinya betul-betul kuat," jelasnya.

Selain itu, bagaimana nanti terkait dengan adanya penumpukan pemilihan bakat minat yang sama.

"Misalnya ratusan anak memilih bakat minat yang sama, sementara guru yang ada hanya terbatas jumlahnya. Maka kualifikasi kompetensi guru yang ada linier sesuai ijazahnya itu harus terpenuhi, sesuai dengan bakat minat yang dipilih anak," tegasnya.

"Jangan sampai banyak anak memilih salah satu bakat minat yang disukai, tetapi gurunya tidak mencukupi jumlahnya," pungkas Ilham.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.