Senin, 22 Jun 2026 03:57 WIB

KKN Kolaboratif di Jember Diikuti 4.001 Mahasiswa, Bupati Hendy: Terbesar Sedunia

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 25 Jul 2024 11:25 WIB
Pelepasan ribuan mahasiswa KKN Kolaboratif di Jember (Foto-foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com) 
Pelepasan ribuan mahasiswa KKN Kolaboratif di Jember (Foto-foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com) 

jatimnow.com - Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif di Jember diikuti 4.001 mahasiswa. Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan ini terbesar sedunia.

Pemerintah Kabupaten Jember sengaja bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Jember untuk mengolaborasikan KKN ke seluruh desa.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Saya sebagai Bupati Jember tiga kali melaksanakan KKN Kolaboratif. Ini adalah terbesar di dunia, pasti terbesar di dunia. Belum ada yang mengumpulkan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi untuk melakukan KKN kolaboratif," katanya, Senin (22/7/2024). 

Untuk tahun 2024 ini jumlahnya melebihi dari tahun 2022 dan 2023, sekitar 2000-3000an. 

Bupati menyebut, KKN Kolaboratif adalah KKN bersama-sama, yang mana mahasiswa sudah diajak melakukan kolaborasi serta diajak sinergi antar mahasiswa.

"Ini adalah bagian penguatan negeri kita, tidak ada ego sentral dari perguruan tinggi. Yang ada ini saudara kita semua, yang harus dipikirkan bersama-sama," ungkapnya.

"Kami bangga dengan kalian semua, meskipun hari ini yang hadir disini untuk memenuhi satu regulasi sebagai mahasiswa KKN," sambungnya.

Namun lebih dari itu, Hendy menegaskan, mahasiswa kali ini sudah melakukan kolaboratif untuk membantu saudara atau semua warga di Kabupaten Jember.

Dengan melakukan treatment terhadap anak yang tidak sekolah, treatment terhadap stunting. Setelah target dipenuhi, bagaimana caranya untuk menyelesaikan persoalan ini.

"Dengan cara KKN kolaboratif, penyelesaian, bagaimana menciptakan ketahanan pangan, yang bertujuan hilangnya ATS (Anak Tidak Sekolah) dan menurunnya angka stunting di kabupaten Jember," tegasnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Adanya KKN Kolaboratif ini memiliki kedahsyatan luar biasa. Disitu juga ada ketahanan pangan, dan juga bisa menyelesaikan problem UMKM, tempat wisata, kegiatan sosial dan yang lainnya.

"Di situlah letak shodaqoh jariyah peserta KKN semuanya. Disamping menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa, didalamnya ada suatu keiklasan hati menolong sesama," tuturnya.

"Itu diciptakan oleh Kabupaten Jember, lewat teman-teman Rektor, Direktur, Ketua, untuk mengumpulkan mahasiswa, melakukan kerja sosial, pengabdian kepada masyarakat," ujar Bupati. 

Maka dari itu, Bupati berharap setelah KKN kolaboratif ini selesai mahasiswa mempunyai oleh-oleh atau bekal yang istimewa. Jadi tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, mahasiswa juga dapat manfaat sendiri. 

"Mahasiswa bisa berkenalan antara yang satu dengan yang lain. Ajak Perguruan tinggi yang lain bekerjasama, jadikan saudara mereka semua. Di lapangan mahasiswa menemukan sesuatu yang bisa untuk mengembangkan diri," paparnya. 

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Menjadi enterpreneur, kata Hendy, bisa dimulai dari sekarang dan tidak usah menunggu lama-lama. Pemkab Jember akan membantu, apabila memiliki perusahaan, akan gratis semua untuk membuat perusahaan. 

"Tidak perlu lulus dulu, ada obyek di lapangan. Silahkan dikembangkan, wisata, UMKM semua ada. Sampaikan ke kami, bila ditemukan warga atau ada kebijakan pemkab jember yang kurang tepat," pintanya. 

Dengan KKN Kolaboratif ini, diharapkan juga mahasiswa memanfaatkan betul kesempatan ini. Jangan bosan untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain.

"Teruslah melangkah maju dan tidak perlu menoleh ke belakang. Jika ada keiklasan, maka didepan kebahagiaan dan kesejahteraan dunia akhirat akan didapatkan," pesannya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.