Sabtu, 20 Jun 2026 12:26 WIB

KPU Sebut Coklit di Ponorogo Rampung Batas Waktu Berakhir, Ini Hasilnya

Komisioner KPU Ponorogo, Khusnul Khotimah (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Komisioner KPU Ponorogo, Khusnul Khotimah (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo telah menyelesaikan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk Pemilu 2024 lebih cepat dari batasan waktu yang diberikan.

Komisioner KPU Ponorogo, Khusnul Khotimah, mengklaim bahwa proses coklit sudah mencapai 100 persen.

Baca Juga: DP3APPKB Surabaya Perkuat Kepemimpinan Perempuan lewat Literasi Politik

“Coklit Alhamdulillah di Kabupaten Ponorogo sudah 100 persen. Dan itu sebelum waktunya (batas waktu coklit berakhir),” ujar Khusnul Khotimah, Rabu (24/7/2024).

Dia menyebutkan bahwa target dari KPU pusat coklit rampung pada Kamis (24/7/2024). Sedangkan Pantarlih di Kabupaten Ponorogo menyelesaikannya pada tanggal 18 Juli 2024.

Selain itu, sistem daftar pemilih (Sidali) terkadang mengalami gangguan. Meskipun demikian, target coklit selesai pada tanggal 24 Juli berhasil diselesaikan oleh KPU Ponorogo pada tanggal 18 Juli.

“Targetnya selesai tanggal 24 Juli, tapi kami KPU Ponorogo berhasil menyelesaikannya pada tanggal 18 Juli,” ucap Khusnul.

Dari data yang tercoklit, sebanyak 771.168 pemilih telah dicocokkan dan diteliti, dengan beberapa di antaranya memenuhi syarat (MS) atau membutuhkan perubahan data.

Di antara 771.168 pemilih tersebut, terdapat 17.291 pemilih pemula atau pemilih baru untuk Pemilu 2024.

Baca Juga: Pelantikan Bupati Ponorogo Terpilih Diundur Maret 2025, Kenapa?

Pemilih pemula ini terdiri dari warga yang baru berusia 17 tahun serta pensiunan TNI dan Polri yang sebelumnya tidak memiliki hak pilih.

“Pemilih pemula itu ada yang baru berusia 17 tahun. Ada pula pensiunan TNI dan Polri,” jelas Khusnul.

Khusnul menambahkan bahwa pensiunan TNI dan Polri harus menyertakan bukti bahwa mereka benar-benar telah pensiun agar bisa masuk dalam daftar pemilih baru.

Pemilih ini akan menggunakan hak suaranya di 1.515 Tempat Pemungutan Suara (TPS) reguler.

Baca Juga: Bawaslu Jatim Luncurkan "Buku Sekali Berarti Sesudah itu Abadi"

Meskipun proses coklit berjalan lancar, Khusnul mengakui adanya beberapa kendala kecil, seperti kesulitan petugas Pantarlih dalam menemukan warga di perumahan karena mereka sering tidak ada di rumah saat didatangi.

Namun, berkat ketekunan petugas, semua pemilih dapat dicoklit.

“Kami menemui kendala kecil, seperti warga yang tidak ada di rumah saat didatangi pagi atau sore. Tapi berkat ketekunan petugas, akhirnya ketemu,” ungkapnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.