Senin, 22 Jun 2026 16:18 WIB

Surabaya Waterfront Land Mulai Disoal: Merubah Tatanan yang Sudah Bagus

Juru Bicara PT Granting Jaya Agung Pramono saat memaparkan road map proyek Surabaya Waterfront Land (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Juru Bicara PT Granting Jaya Agung Pramono saat memaparkan road map proyek Surabaya Waterfront Land (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - DPRD Surabaya mulai mempersoalkan rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah pesisir pantai Kota Pahlawan, yakni pembangunan Surabaya Waterfront Land (SWL). Proyek yang membentang sepanjang wilayah selatan (Rungkut) hingga utara (Kenjeran).

Proyek senilai Rp72 trilun ini dianggap sebagai proyek yang merusak eksosistem bawah laut yang telah dijaga hingga saat ini.

Baca Juga: Gelombang 2,5 Meter Intai 8 Perairan Selatan Jatim 18-21 Juni 2026

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono mengungkapkan, rencana pembangunan SWL ini tidak pernah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) ataupun DPRD Surabaya.

"Sebelum menetapkan PSN seharusnya pemerintah pusat itu koordinasi dahulu, apakah nanti akan menimbulkan dampak yang negatif," ucap Baktiono, Rabu (24/7/2024).

Bahkan, kajian dan rencananya pun tak pernah diketahui. Menurut dia, Indonesia telah memiliki kepulauan yang banyak, dan tak pernah termanfaatkan hingga sekarang.

Ia menduga, proyek ini merupakan ambisi salah satu pihak yang ingin melebarkan kepentingan di Surabaya. Sebab, secara urgensi, Kota Pahlawan belum membutuhkan adanya destinasi wisata semacam SWL.

"Kenapa pulau kita ini banyak? Kok masih pengen bangun pulau, wong yang belum dimanfaatkan aja banyak. Harusnya seperti itulah cara berpikirnya itu," tambah dia.

Berdasarkan diskusi dengan Komisi C, pihaknya khawatir dampak dari proyek tersebut mengganggu stabilitas nilai tangkap ikan nelayan Surabaya. Belum lagi, dampak-dampak lingkungan dalam jangka panjang.

Road Map Surabaya Waterfront Land membentang dari Surabaya Utara hingga Selatan (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)Road Map Surabaya Waterfront Land membentang dari Surabaya Utara hingga Selatan (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

"Ya jelas berpengaruh dong, jangan merubah tatanan yang sudah bagus, ya kan, harusnya ini tambah diperbaiki diperbaiki diperbaiki, tambah bagus," tegas dia.

"Pemikiran kami waktu itu PSN tadi akan membangun jalan tol di tepi laut atau pantai Surabaya jadi waterfront city-nya itu nanti kelihatan seperti di luar negeri. Ada jogging track-nya di tepi pantai tadi jalannya tadi di situ pikirnya awalnya untuk seperti itu ya," pungkas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya itu.

Sebelumnya, sahutan interupsi mengiringi sosialisasi rencana reklamasi laut alias pembangunan Surahaya Waterfront Land (SWL) di Kota Pahlawan. Mayoritas dari nelayan Surabaya mengintrupsi hasil kajian PT Granting Jaya yang dianggap masih dangkal.

Mereka berteriak, pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini akan mengganggu ekosistem laut Surabaya. Dalam sosialisasi bersama para nelayan, salah satu nelayan Surabaya Mukminin mengungkap jika proyek pembangunan SWL dapat merusak Surabaya.

Baca Juga: Daftar Wisata Surabaya Paling Hits untuk Melepas Penat Hari Minggu

"Proyek ini akan membuat Surabaya terapung," teriak Mukminin, disahuti dukungan dari nelayan lain.

Pantauan jatimnow.com di lokasi, mayoritas nelayan mementahkan setiap argumen rencana pembangunan SWL ini.

Mereka khawatir, reklamasi tersebut selain mengganggu ekosistem laut, juga dikhawatirkan membawa dampak negatif untuk Kota Pahlawan dalam jangka panjang.

"Kami tetap tidak sepakat," sahut nelayan lain.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.