Rabu, 10 Jun 2026 14:22 WIB

Dewan Pendidikan Tulungagung Dukung Penghapusan Jurusan di SMA, tapi...

Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung saat menggelar pertemuan. (Foto: Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung)
Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung saat menggelar pertemuan. (Foto: Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung)

jatimnow.com - Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung mendukung penghapusan penjurusan di SMA, yang dilakukan oleh Kemendikbud. Meskipun begitu Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung memberikan sejumlah catatan yang harus menjadi perhatian pemerintah pusat.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Nursalis Nugroho mengatakan sebenarnya penghapusan penjurusan di SMA sudah terjadi sejak tahun 2022 lalu. Namun baru diterapkan secara nasional pada tahun ini.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Alasanya adalah implementasi dari Kurikulum Merdeka Belajar yang lebih mendorong siswa untuk memilih bakat dan minat dan memudahkan mereka akan masuk perguruan tinggi sesuai jurusan yang akan mereka inginkan.

"Jadi ini merupakan bentuk implementasi Kurikulum Merdeka Belajar," ujarnya, Rabu (24/07/2024).

Menurut Nursalis yang dilakukan oleh pemerintah sudah tepat. Namun banyak catatan penting yang harus menjadi perhatian bersama.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Nursalis Nugroho.Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Nursalis Nugroho.

Penghapusan jurusan pada SMA saat ini masih dalam masa transisi dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka Belajar. Sehingga pemerintah wajib melakukan mitigasi secara menyeluruh mulai dari kesiapan guru dan infrastruktur sekolah, sinkronisasi nilai akademis untuk ujian masuk perguruan tinggi dan sosialisasi kebijakan.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Selain itu, pemerintah harus mempersiapkan sekolah penggerak yang telah menerapkan kurikulum merdeka belajar secara paripurna.

"Bagi kami jangan sampai penghapusan jurusan IPA, IPS dan Bahasa pada SMA justru akan menjadikan kebingungan bagi para siswa dan guru, sebab membuat pendidikan fundamental siswa SMA akan terdegradasi sehingga kesulitan untuk masuk perguruan tinggi," tuturnya.

Selain itu, jam bagi guru yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi juga akan terkena imbas dari kebijakan ini. Karena jam mengajar mereka kurang dari 20 jam sebagaimana di syaratkan oleh UU Sisdiknas.

DPR sebagai lembaga pengawasan harus melaukan fungsi kontrol yang ketat terhadap kebijakan dan tidak segan segan untuk mengevaluasi kebijakan tersebut.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

"Intinya pemerintah harus betul-betul menyiapkan infrastruktur dari kebijakan yang telah di kelurakan dan jangan sampai dunia pendidikan menjadi mundur karna salah mengeluarkan kebijakan," pungkasnya.

 



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.