Minggu, 07 Jun 2026 02:39 WIB

Cara Menjaga Kesehatan saat Musim Bediding

  • Penulis :
  • | Minggu, 21 Jul 2024 09:39 WIB
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)

jatimnow.com - Beberapa pekan terakhir ini, udara di malam hari kerap terasa lebih dingin dari sebelumnya. Sementara cuaca di siang hari tetap cerah dan panas. Perubahan suhu udara dan cuaca ini kerap disebut bediding.

Tak hanya berakibat perubahan suhu udara, bediding juga disinyalir memicu sejumlah penyakit. Hal ini yang tentu perlu diwaspadai.

Baca Juga: Ancam Ginjal hingga Paru-Paru, Pakar Ungkap Cara Cegah Hantavirus

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bediding merupakan istilah untuk menyebut perubahan suhu yang mencolok, khususnya yang kerap terjadi di awal musim kemarau. 

Cuaca atau suhu udara pada siang hari di musim kemarau umumnya sangat terik dan panas. Bahkan panasnya bisa terasa sampai menyengat kulit. Namun, ketika fenomena bediding terjadi, maka suhu udara di malam hari bisa sangat dingin. Demikian seperti dilansir melalui laman kesehatan.

BMKG menyebut jika ini merupakan fenomena alamiah yang umumnya terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau, antara Juli hingga September. Fenomena ini berkaitan dengan adanya pergerakan angin dari arah timur (angin muson timur), yang berasal dari Benua Australia.

Perubahan suhu yang ekstrem akibat bediding bisa memicu beberapa masalah kesehatan. Misalnya tubuh terasa menggigil, asma, alergi, migrain, hingga stres pada tubuh.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan di musim kemarau.

1. Perbanyak minum air putih

Tubuh sangat rentan mengalami dehidrasi saat musim kemarau. Apalagi bagi mereka yang sering menghabiskan waktu di luar ruangan. Kamu perlu mencegahnya dengan perbanyak minum air putih, minimal 2 liter per hari.

Air berfungsi membantu sistem pencernaan dalam membuang limbah, mengoptimalkan fungsi sendi, menyehatkan otak, serta mengatur suhu tubuh.

Minumlah air putih sebelum, selama, dan setelah beraktivitas fisik meskipun kamu tidak merasa haus. Jika perlu, bawalah sebotol air putih atau belilah air minum ketika kamu berada di luar rumah.

Tak ada salahnya untuk mengonsumsi vitamin agar sistem imun semakin prima, sehingga tubuh tidak mudah sakit dan terserang infeksi. 

Baca Juga: Kementan Siapkan Langkah Strategis Jaga Produktivitas Hasil Pertanian di Lamongan

2. Olahraga rutin setiap harinya

Selain mencukupi kebutuhan cairan tubuh, kamu juga perlu melakukan olahraga rutin setiap hari, minimal 30 menit. Melakukan aktivitas fisik akan membantu tubuh tetap aktif, sehat, mengurangi stres, serta mencegah terjadinya penyakit yang biasanya muncul di musim kemarau.

Lakukan olahraga ringan, dengan intensitas yang sesuai dengan kemampuan tubuh. Misalnya saja berjalan kaki, lari, atau melakukan yoga di rumah. 

3. Konsumsi makanan sehat kaya nutrisi

Tetap mengonsumsi makanan sehat kaya nutrisi, seperti buah serta sayur yang kaya serat. Kandungan nutrisi di dalam makanan akan membantu menjaga sistem imun tubuh.

Alhasil, kamu terhindar dari berbagai ancaman penyakit yang biasa muncul di musim kemarau seperti diare, influenza, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta tipes.

Baca Juga: BMKG Ungkap Peta Kemarau Jatim 2026: Mayoritas Kering Mulai Mei

4. Istirahat yang cukup

Pastikan tubuh mendapat istirahat yang cukup selama musim kemarau. Istirahat bisa bantu meningkatkan produksi antibodi di dalam tubuh. Antibodi merupakan protein penting, yang membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit tertentu.

National Sleep Foundation merekomendasikan durasi tidur untuk orang dewasa setidaknya 7 jam setiap malam.

5. Kenakan pakaian yang cukup saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari

Suhu di siang hari (sekitar pukul 10.00 – 14.00) pada musim kemarau umumnya lebih panas, dibandingkan sore hari. Bahkan tak jarang, pada kondisi ini sinar matahari akan terasa begitu menyengat di kulit.

Kenakan pakaian yang nyaman namun cukup untuk melindungi dari sengatan matahari sekaligus angin yang kerap terasa lebih kencang dari biasanya. Hal ini untuk mengantisipasi sinar matahari dan suhu tinggi berisiko menyebabkan masalah kesehatan, seperti heat stroke, dehidrasi, masalah pada mata hingga kulit.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.