Kamis, 18 Jun 2026 10:46 WIB

Anggota Komisi X DPR RI Dukung Wajib Belajar 13 Tahun, Ini Alasannya

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 20 Jul 2024 15:30 WIB
Anggota Komisi X DPR RI H. Muhammad Nur Purnamasidi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Anggota Komisi X DPR RI H. Muhammad Nur Purnamasidi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota Komisi X DPR RI H. Muhammad Nur Purnamasidi mendukung wajib belajar 13 tahun. Menurutnya, pembentukan karakter anak yang paling utama justru saat menempuh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bukan di Sekolah Dasar (SD). 

"Karena ternyata pembentukan karakter anak paling utama adanya di PAUD dan bukan di SD. Ketika emosionalnya anak-anak tidak terbangun dengan baik di tingkat PAUD, maka kemudian dia hanya punya kemampuan membaca dan menghitung," katanya, Sabtu (20/7/2024). 

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Menurut politisi Golkar tersebut, menempuh pendidikan di PAUD juga mempunyai sisi lain, yakni leadership atau kepemimpinan. Sehingga dia mengharapkan, selama proses di PAUD dan transisi dari PAUD ke SD itu suasana hati anak-anak bahagia.

Dari itu, pria yang akrab disapa Bang Pur memiliki program yang menyasar guru-guru PAUD hingga wali murid. Program itu yakni mengembalikan hak pendidikan bagi anak melalui penguatan gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. 

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Jangan sampai program ini menyasar sekolah dan guru-guru saja, tapi menyasar komunitas yang lain. Terutama komunitas tempat berkumpulnya ibu-ibu yang anaknya usia PAUD," ujarnya. 

Karena menurutnya, bila program ini hanya menyasar guru-guru saja maka kurang efektif. Karena 80 persen anak-anak sehari-hari bersama dengan orang tuanya. 

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Dan orang tua bila tidak punya kemampuan mengarahkan anak bahagia, maka outputnya ini tidak bagus. Jadi selain obyek guru, paling penting melibatkan orang tua murid, terutama ibu-ibu, bagaimana transisi ini menyenangkan sesuai harapan," tutup Bang Pur.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.