Rabu, 17 Jun 2026 23:13 WIB

Ratusan Nelayan Sedati Sidoarjo Enggan Melaut karena Angin Kencang

Ratusan nelayan Desa Gisik Cemandi dan Desa Banjar Kemuning Kecamatan Sedati, Sidoarjo tidak melaut karena cuaca buruk. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Ratusan nelayan Desa Gisik Cemandi dan Desa Banjar Kemuning Kecamatan Sedati, Sidoarjo tidak melaut karena cuaca buruk. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Ratusan nelayan Desa Gisik Cemandi dan Desa Banjar Kemuning Kecamatan Sedati, Sidoarjo enggan melaut karena cuaca buruk.

Salah satu nelayan, Sunoto (55) menyampaikan, hal ini karena adanya angin kencang yang berakibat pada besarnya ombak di laut.

Baca Juga: Jatim Bebas Hujan Petir, Hanya Sumenep Berpotensi Dilanda Angin Kencang

"Di wilayah sini ada sekitar 100 kapal nelayan dan sudah 5 hari tidak melaut karena angin kencang yang diprediksi sampai bulan Agustus keadaan akan sama seperti ini," ucapnya kepada jatimnow.com, Jumat (19/7/2024).

Lebih lanjut ia menyampaikan, dampak tidak melautnya para nelayan adalah tidak adanya pemasukan bagi mereka.

"Gak melaut, gak ada pemasukan. Biasanya sehari-hari rata-rata dapat Rp150 ribu sampai Rp200 ribu dalam setengah hari melaut, berangkat jam 3 pagi sampai dhuhur pulang. Sekarang gak ada pemasukan sama sekali karena angin kencang ombak besar," imbuhnya.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Angin Kencang Intai 8 Daerah di Jatim Hari Ini

Sunoto yang telah 40 tahun menjadi nelayan kini hanya bisa pasrah dan mencoba mengisi kekosongan waktu dengan memperbaiki kapal.

"Karena gak bisa melaut, pasrah. Waktu saya gunakan untuk perbaiki kapal, apalagi ada yang bocor kena ombak," tambahnya.

Senada dengan Sunoto, Sukijan (53) juga menuturkan tidak adanya pemasukan karena tidak dapat melaut, untuk mengisi kekosongan waktu ia gunakan untuk memperbaiki mesin kapal yang mengalami kendala.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

"Selagi tidak melaut, saya gunakan perbaiki mesin kapal supaya nanti bisa digunakan kembali secara maksimal," pungkasnya.

Sukijan berharap, baik pemerintah desa ataupun pemerintah daerah turut andil memberikan solusi terhadap nasib para nelayan yang tidak melaut karena cuaca yang tidak bersahabat.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.