Minggu, 21 Jun 2026 01:49 WIB

Anggota DPR-RI Komisi X Tegaskan Tak Ada Tes Baca Tulis pada Penerimaan Siswa SD

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 19 Jul 2024 13:11 WIB
Anggota Komisi X DPR-RI Muhammad Nur Purnamasidi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Anggota Komisi X DPR-RI Muhammad Nur Purnamasidi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota Komisi X DPR-RI H. Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti beberapa sekolah di Indonesia yang masih menggunakan baca tulis, sebagai salah satu syarat agar anak anak bisa masuk Sekolah Dasar.

"Itu yang sedang kita awasi sampai hari ini. Memang praktek yang mensyaratkan bisa diterima di SD harus bisa baca dan tulis," kata pria yang akrab disapa Bang Pur, Kamis (18/7/2024).

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Ditemui di salah satu hotel di Jember, Bang Pur menegaskan, Komisi X DPR-RI bersama Menteri Pendidikan sudah sepakat bahwa, kemampuan bahasa atau baca tulis itu ditoleransi sampai Kelas II SD.

"Jadi wajib bisa baca dan tulis itu di kelas III SD di usia 9 tahun. Jadi usia 0 sampai 8 tahun itu tidak ada kewajiban untuk anak-anak bisa baca tulis," tegasnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Sehingga seharusnya, ketika mereka masuk dari PAUD/TK ke SD itu tidak ada lagi tes bisa membaca atau menulis, karena masih ada ruang hingga kelas II SD," tambahnya.

Oleh karenanya, Komisi X bersama Menteri Pendidikan melakukan pengawasan dan ini sudah disampaikan ke dinas dan inspektorat

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Jadi, kata Bang Pur, bisa melaporkan, kalau masih ada sekolah yang mensyaratkan baca tulis untuk diterima di SD, yang telah disepakati oleh DPR-RI dan menteri.

"Itu suatu yang mengada-ngada dan masuk kategori melanggar hukum, menghalang-halangi untuk bisa sekolah, dan itu ada sangsi dari pemerintah kepada sekolah tersebut, jelasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.