Sabtu, 20 Jun 2026 01:52 WIB

Pasar Dukuh Depok Jember Kumuh, Pedagang Persoalkan Retribusi

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 17 Jul 2024 16:07 WIB
Pasar Dukuh Dempok yang terkesan kumuh. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Pasar Dukuh Dempok yang terkesan kumuh. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasar milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dukuh Depok, Kecamatan Wuluhan, dinilai kumuh. Pedagang setempat pun mempersoalkan retribusi.

Udin salah satu pedagang mengatakan, retribusi setiap hari para pedagang selalu lancar, akan tetapi kondisi pasar terkesan kumuh dan fasilitas umum juga tidak layak.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Retribusi setiap hari, untuk angka bervariasi, kalau saya sendiri setiap bulan bayar 56 ribu rupiah satu lapak," katanya, Rabu (17/7/2024).

Disamping itu, bila ada hujan deras pasar dipastikan banjir. Akses jalan paving di dalam pasar juga belum dibenahi, beberapa lapak terbengkalai dan menambah kesan kumuh.

"Saya berharap pemerintah desa tegas, dan kami sudah memenuhi kewajiban dengan bayar retribusi," keluhnya.

Pasar yang dikelola BUMDes itu dikelola tahun 2019 dengan luasan sekitar 9 ribu meter persegi, serta dihuni sekitar 200 pedagang.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Selain itu parkir motor dan mobil juga ada, antara 2 ribu hingga 3 ribu," sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Dukuh Dempok Miftahul Munir merasa kaget setelah mendapat surat dari pedagang pasar.

"Terkait masalah yang disoal pedagang akan segera kami tindak lanjuti segera, agar hal ini tidak jadi polemik. Langkah kami sudah akan ambil secepatnya," ucapnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Pihaknya akan segera panggil Ketua BUMDes dan jajarannya, untuk menjelaskan terkait keresahan, karena pedagang meminta transparasi keuangan dan juga pembenahan infrastruktur.

"Saya akan segera evaluasi, dan masalah keuangan akan saya tindak tegas. Karena ini menyangkut pedagang dan kemajuan Desa. Jika ada yang bermain nanti bisa kami laporkan kepada pihak berwajib," tegasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.