Kamis, 18 Jun 2026 08:57 WIB

Persik Kediri Bebas dari Sanksi FIFA, Kini Fokus Persiapan Liga 1

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 16 Jul 2024 10:10 WIB
Persiapan Persik Kediri sambut Liga 1. (Foto: Persik Kediri/jatimnow.com)
Persiapan Persik Kediri sambut Liga 1. (Foto: Persik Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Persik Kediri memastikan diri bebas dari sanksi FIFA yang sempat menjeratnya. Kepastian ini disampaikan induk sepak bola tertinggi di dunia tersebut melalui surat resminya yang dikirimkan, Senin (15/7/2024).

Dalam surat yang diterima manajemen Macan Putih, FIFA menyatakan bahwa hal-hal yang sebelumnya menjadi permasalahan telah diselesaikan dengan baik oleh Persik Kediri. Mereka kini bebas berbelanja pemain.

Baca Juga: Liga Persik 2026 Dimulai, Fondasi Pembinaan Pesepakbola Kediri Raya

"Kami bersyukur hal ini sudah terselesaikan dengan baik. Terima kasih ke semua pihak, termasuk PSSI yang memberikan bimbingan, juga ke para suporter Persik Kediri yang senantiasa percaya dengan klub ini. Semoga dengan kerja maksimal, hal seperti ini tidak terulang lagi kedepannya,” kata Direktur Persik Kediri Souraiya Farina Alhaddar, Selasa (16/7/2024).

Baca Juga: Hajar Persik Kediri 5-0, Persebaya Surabaya Finish di Urutan ke-4

Menurutnya, setelah permasalahan ini diselesaikan dengan baik, fokus utama pihaknya adalah persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 2024/2025. Beberapa pemain lagi dipastikan akan datang.

"Kami juga berharap, PSSI dapat segera merealisasi adanya DRC Nasional, sehingga para klub dapat terbantu dalam hal - hal seperti ini. Fokus kami sekarang 100 persen menghadapi kompetisi musim depan karena Persik Kediri punya target untuk berprestasi lebih baik dari musim lalu,” pungkasnya.

Baca Juga: Persik Kediri Ingin Tutup Musim dengan Kemenangan di Kandang Persebaya

Sebelumnya, Persik Kediri dilarang melakukan aktivitas pembelian pemain buntut permasalahan finansial dengan pelatih terdahulu Javier Roca. 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.