Kamis, 11 Jun 2026 11:44 WIB

Kemarau Basah Resahkan Petani Tembakau Lamongan

Para petani tembakau di Kecamatan Modo Lamongan saat menanam benih tembakau. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Para petani tembakau di Kecamatan Modo Lamongan saat menanam benih tembakau. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Musim tanam tembakau tahun ini memantik kekhawatiran bagi para petani. Ya, hal itu menyusul kemarau basah yang diprediksi bakal terjadi.

Kekhawatiran ini muncul karena potensi kemarau basah yang dapat mengurangi kualitas tembakau yang disebabkan intensitas hujan berlebih.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Hal itu dikeluhkan para Petani Tembakau di Dusun Trongglonggong, Desa Sumberagung, Kecamatan Modo, Lamongan.

Pones, petani tembakau setempat, mengaku kekhawatiran lantaran tanaman butuh treatmen khusus bila terdapat asupan air belebih.

"Teman-teman petani ada kekhawatiran, karena kemarau tahun ini kan katanya kemarau basah, tetap ada hujan," katanya, Senin (8/7/2024).

Pones mengungkapkan, sebenarnya curah hujan pada awal pertumbuhan tetap dibutuhkan. Namun apabila curah hujan berlebih, maka menyebabkan akar tanaman busuk dan berakibat kematian tanaman tembakau.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Ya semoga saja saat petani nanam, lancar saja, ndak ada hujan. Meskipun hujan ya harapannya ndak seberapa deras," ucapnya.

Selain persoalan cuaca, petani juga dihadapkan dengan permasalah pupuk yang langka. Mereka mengaku bahwa jenis pupuk yang dibutuhkan yakni Pupuk Fertilla langka sehingga terpaksa mengganti dengan jenis lain.

"Kendala saat ini pupuk. Biasanya petani kalau awal tanam seperti ini kan dikasih dasaran NPK dan Fertilla. Nah sekarang petani kesusahan mencari Fertilla itu," tambahnya.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

Biasanya saat musim tanam petani menggunakan pupuk NPK campul Fertilla untuk dasaran, namun kini terpaksa mengganti dengan Phonska.

"Ya sekarang terpaksa pakai Phonska. Meskipun katanya untuk jangka panjang tidak baik, tapi ya mau gimana. Sebenarnya harus ada campuran Fertilla itu," tuturnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.