Sabtu, 13 Jun 2026 02:34 WIB

5 Pusaka Ponorogo Dikirab saat Grebeg Suro, Ini Maknanya

Kirab pusaka Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kirab pusaka Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Ponorogo mempunyai 5 ousaka yang setiap 1 suro atau 1 Muharam dikirab. Pusaka-pusaka tersebut selama ini disimpan di ruangan khusus di Pringgitan, rumah dinas Bupati Ponorogo. 

Pusaka-pusaka ini hanya dikeluarkan menjelang 1 Suro atau 1 Muharram untuk prosesi kirab dan jamasan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sebelumnya, jumlah pusaka yang diarak hanya 3. Saat ini bertambah menjadi 5. 

Tiga pusaka yang selalu diarak adalah Payung Song-song Kyai Tunggul Wulung, Tombak Kiai Tunggul Nogo, dan Sabuk Angking Cinde Puspito.Dua pusaka baru adalah Kiai Pamong Angon Geni dan Tombok Kiai Bromo Geni.

“Yang diarak itu pusaka, jujur tidak mengarak benda tapi spirit. Ada payung, tombak dan cinde pusputo alias kemben,” ungkap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Minggu (7/7/2023),

Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko, menyebut Payung Song-song Kyai Tunggul Wulung berarti pemimpin harus bisa menjadi payung yang mampu memayungi rakyat.

“Segala tempat berlindung persoalan, menjadi tempat bernaung siapapun yang berada harus teduh jiwanya tidak fitnah panas adem di depan rakyat. Diarak namanya Tunggul Wulung,” katanya.

Kedua adalah Tombak Tunggul Nogo.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Menurutnya, tombak adalah senjata yang dimiliki prajurit di garda terdepan dalam sebuah peperangan.

“Artinya pemimpin jangan mengorbankan rakyat untuk keselamatannya melainkan harus memasang dada paling depan atas perjuangan rakyat,” terangnya.

Ketiga, Sabuk Angking Cinde Puspito.

“Artinya harus naleni wetenge ojo rakus, kemlinti, clutak,” paparnya.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

 Lalu, Kang Giri mengaku satu lagi hadiah dari Jepara namanya Bromo Geni. “Sebuah kehormatan maka kami arak,” tegasnya

Terakhir, empu membuat lambang Grebeg Suro menjadi keris yang diberi nama Ki Pamong Angon Geni. Maknanya pemimpin harus mampu mengembalakan api.

“Ketika panas harus dijadikan spirit, memberikan semangat di dadanya, harus memberikan menyala api perjuangan dalam rangka menumbuhkan Ponorogo hebat,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.