Senin, 15 Jun 2026 22:43 WIB

Pemerasan Wartawan Gadungan, Polisi: Korban Lainnya Silahkan Melapor

Wakapolres Madiun, Kompol Rentrix Ryaldi Yusuf saat press rilis di Polres Madiun
Wakapolres Madiun, Kompol Rentrix Ryaldi Yusuf saat press rilis di Polres Madiun

jatimnow.com - Kasus pemerasan yang dilakukan oleh wartawan gadungan di Madiun, terus dikembangkan oleh pihak Kepolisian. Sebab, diduga masih banyak korban dari aksi yang dilakukan oleh tersangka.

Pengembangan kasus ini diungkapkan oleh Wakapolres Madiun, Kompol Rentrix Ryaldi Yusuf, kepada jatimnow.com, Rabu (19/9/2018).

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Ia menyatakan, YS, guru salah satu SD negeri di Kecamatan Wungu, yang diperas oleh SO diharapkan menjadi kunci pembuka untuk korban lainnya.

"Ya harapannya menjadi kunci. Karena kasus serupa kemungkinan masih banyak terjadi di lapangan," kata Kompol Rentrix.

Ia menjelaskan, bagi mereka yang sudah menjadi korban SO warga Lumajang tersebut segera melaporkan ke polisi. "Biar juga diproses kembali," tambahnya.

Baca juga: Memeras Guru dengan Tuduhan Selingkuh, Wartawan Gadungan ini Diringkus

Menurutnya, para korban pemerasan tidak perlu takut. Ia berharap apapun ancaman pelaku, tidak perlu digubris, apalagi jika tidak merasa salah.

Selain itu, lanjut ia, jika ada korban pemerasan selain korban SO juga bisa melaporkan. "Jangan takut. Kalau tidak salah saran saya silahkan dilaporkan," katanya.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Kini, Polres Madiun sedang menyelidiki tersangka sudah melakukan pemerasan kepada siapa saja dan berapa uang yang telah diterima.

"Kami juga melakukan penyelidikan lebih lanjut. Agar tidak ada korban-korban selanjutnya," katanya.

Sebelumnya, wartawan gadungan yang mengaku dari salah satu media koran berinisial SO, warga Lumajang diringkus Polres Madiun. Hal ini menyusul laporan dari YS (57), guru di salah satu SD negeri di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Wakapolres Madiun, Kompol Rentrix Ryaldi Yusuf, mengatakan aksi pemerasan warga Kecamatan Taman, Kota Madiun itu berawal dari pelaku mendatangi sekolah tempat korban bekerja, 13 Agustus 2018 lalu.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Saat itu, pelaku menuduh korban telah melakukan selingkuh dengan Pria Idaman Lain (PIL).

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.