Kamis, 18 Jun 2026 16:54 WIB

Saat Bio Farma Duduk Bareng Bicara Kebutuhan Kesehatan Medis di Jawa Timur

Direktur Pemasaran Bio Farma Group, Kamelia Faisal dalam sambutannya pada Integrated Commercial Education yang di gelar di Hotel Sheraton Surabaya (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Direktur Pemasaran Bio Farma Group, Kamelia Faisal dalam sambutannya pada Integrated Commercial Education yang di gelar di Hotel Sheraton Surabaya (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bio Farma group melebarkan sayap dalam upaya memperkuat ketahanan fasilitas kesehatan medis. Upaya itu dibuktikan dalam pembekalan bertajuk Integrated Commercial Education yang digelar di Surabaya.

Menghadirkan sejumlah tenaga medis, farmasi, dan beberapa klinik kesehatan di Jawa Timur. Bio Farma bertekad membangun sinergitas antara BUMN dengan BUMD ataupun klinik-klinik kesehatan dari swasta.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Direktur Pemasaran Bio Farma Group, Kamelia Faisal mengungkapkan, forum tersebut diinisiasi sebagai upaya mempertemukan para tenaga kesehatan dari Jawa Timur untuk menyatukan persepsi.

"Hari ini adalah silaturahmi, kita harapkan bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan baik," kata Kamelia, Senin (1/7/2024).

Kamelia juga menerangkan, Bio Farma telah berinovasi dengan banyak mengenai obat-obatan yang bisa dimanfaatkan secata maksimal. Salah satunya, dengan membuat paracetamol karya anak bangsa.

"Kita sudah bisa membuat paracetamol sendiri bapak-ibu sekalian, semoga perusahaan, rumah sakit berkenan menggunakan produk dari kami," jelas dia.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Sementara Perwakilan Dinas Kesehatan Jawa Timur drg Sulvi mengatakan, Jawa Timur telah memanfaatkan beberapa produk obat yang dibuat oleh Bio Farma. Seperti halnya vaksin.

Namun, dalam proses distribusinya, Pemprov Jawa Timur terkadang cukup kebingungan dengan beberapa vaksin yang belum tersertifikasi. Pasalnya, beberapa klinik atau fasilitas masih mempertanyakan tentang standar dan rekomendasi dari BPOM.

"Jadi kami berharap 14 vaksin yang sudah tersertifikasi halal, kami berharap vaksinnya benar-benar aman, efektif, dan mendapat rekomendasi dari BPOM," ucap Sulvi.

Baca Juga: Gudang Milik Dinkes Tulungagung Terbakar, Ini Penyebabnya

Belum lagi, di beberapa wilayah di Jatim, lanjut Sulvi, ada beberapa kelompok yang hingga saat ini masih takut pada vaksin. Hal ini tentu menjadi tantangan pemerintah, bahwa kesadaran untuk menjaga imunitas belum dimiliki warga secara rata.

"Jawa Timur ada beberapa kelompok yang masih acuh terhadap vaksin, nah ini juga masih menjadi PR untuk kita semua," tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.