Kamis, 18 Jun 2026 10:24 WIB

PDIP Sidoarjo Gelar Aksi Damai, Lawan Intimidasi dan Kriminalisasi Hukum

Aksi damai PDIP Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Aksi damai PDIP Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar aksi damai ‘Siap Bergerak’ melawan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi hukum di depan monumen Jayandaru, Sabtu (29/6/2024).

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Sumi Harsono, SE menyampaikan aksi ini digelar dalam rangka memperjuangkan barisan PDIP dan rasa prihatin mereka terhadap peristiwa yang menimpa kadernya, Hasto Kristiyanto.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Untuk saat ini PDIP Sidoarjo dari beberapa perwakilan pengurus cabang dan ranting juga banteng-banteng lawas semua berkumpul bergerak hatinya, bergerak naruni, bergerak berpikirnya untuk bersama-sama didalam memperjuangkan dalam 1 barisan PDIP," ucapnya.

"Juga merasa prihatin bahwa kita lihat para penguasa sudah menggunakan kekuasaannya untuk membungkam, birokrasi sudah sangat dibungkam bahkan untuk kader-kader yang kritis dan menegakkan kebenaran memperjuangkan amar ma'ruf nahi munkar, mereka tidak segan-segan menggunakan alat lain dalam membungkam para kader kritis saat ini," imbuhnya.

Lebih lanjut Sumi mengatakan PDI Perjuangan akan tetap setia dan taat untuk melaksanakan perintah dari Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dalam situasi dan kondisi apapun.

"PDI Perjuangan juga siap bergerak dan digerakkan oleh Ketua Umum, untuk menjaga dan mengamankan ibu Megawati, bapak Sekjen partai Hasto Kristiyanto dalam mengurus partai dan menjaga marwah PDI Perjuangan dari segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi hukum," tegasnya.

Sumi mengungkapkan PDIP akan tetap melawan jika ada intimidasi dan kriminalisasi yang dilakukan oleh penguasa kepada para kader perjuanganya.

"Secara umum pak sekjen adalah simbol daripada partai, maka diminta ataupun tidak, diperintah ataupun tidak ini menjadi panggilan hati nurani kepada banteng-banteng secara umum, khususnya banteng-banteng Sidoarjo untuk mensupport kepada bapak Sekjen Hasto Kristiyanto karena Sekjen PDIP merupakan simbol partai dan kami tidak akan tinggal diam bagi penguasa yang mendzolimi banteng-banteng terlebih sampai mengambil hak-hak yang dirampas," ujar Sumi.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Langkah selanjutnya dari penuturan Sumi, PDI Perjuangan akan tetap menjaga soliditas, kekompakan dalam ramgka menyambut pilkada sebagai kewajiban yang harus dijaga, hal ini menurutnya akan ada indikasi penguasa turut campur tangan dalam Pilkada.

"Untuk Sidoarjo antisipasi kita dengan cara menjaga kesolidan, kekompakan dna persatuan. Mengadakan konsolidasi dan pertemuan-pertemuan turun kebawah kita lakukan agar kesolidan terjaga, insyallah PDI Perjuangan menang Pilkada," pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris DPC PDIP Sidoarjo, Samsul Hadi, SE, MM melanjutkan, mengenai kriteria terpilihnya rekomendasi partai calon bupati dan wakilnya, tentunya semua partai ingin menang. Pertama menang yang mempunyai ideologi Soekarnoisme, kedua tesisnya jangan membelakangi masyarakat.

“Namun sentuh, peluk, tangis tertawa bersama rakyat, tingkatkan populariyas ,elektabilitas, jaga integritas dalam Pilkada berbeda dengan sebelumnya kita berharap logistik menjadi acuan untuk meraih kemenangan," ujarnya.

Baca Juga: PDIP Lamongan Siapkan Dirham Akbar Aksara di Bursa Pilbup 2029

Menurutnya kepemimpinan yang diharapkan mampu mempunyai gen, darah, satu nafas Marhaenisme yang kuat dari berbagai sektor baik kuat dalam pemikiran juga keputusan.

"Krisis kepimpinan kita harus ada jawaban terhadap siapa saja nanti yang direkom dengan karamteristik Soekarno, marhaenisme,  kedaulatan di tangan rakyat," tegasnya. 

Baginya di Sidoarjo butuh sosok yang berani, Karena orang berani itu adalah orang yang siap menanggung resiko dan apapun yang dilakukan seorang pemberani dimulai dari niatan bgus. Khususnya berani dari dalam diri sendiri.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.