Minggu, 21 Jun 2026 12:29 WIB

Sejumlah Ketua PAC DPD NasDem Bojonegoro Tolak Rekomendasi untuk Anna Muawanah

Ketua DPD NasDem Bojonegoro Soehadi Moeljono ditinggalkan Kadernya saat tengah sambutan (dok Khotibul for jatimnow.com)
Ketua DPD NasDem Bojonegoro Soehadi Moeljono ditinggalkan Kadernya saat tengah sambutan (dok Khotibul for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai NasDem memilih walkout (meninggalkan tempat) saat penyerahan surat rekomendasi Partai NasDem kepada Anna Muawanah untuk maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2024 mendatang.

Para Ketua PAC NasDem tersebut memilih meninggalkan tempat lantaran merasa kecewa dan menganggap bahwa keputusan rekomendasi Partai NasDem tidak sesuai dengan kehendak kader dan simpatisan akar rumput pertai.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Kekesalan itu disampaikan oleh Ketua PAC NasDem Padangan Ibnu Mugni. Ia merasa keputusan pemberian rekomendasi terhadap Anna Muawanah untuk maju sebagai calon Bupati Bojonegoro tidak mewakili aspirasi para kader dan simpatisan Partai NasDem.

"Apabila pimpinan partai tidak bisa menampung aspirasi dari bawah lebih baik kita memilih wolkout untuk mewakili teman-teman kita di bawah," tegas Ibnu, Rabu (26/6/2024).

Selain dari PAC Padangan, sejumlah PAC Nasdem lain juga ikut menyusul Ibnu Mugni, seperti PAC Nasdem Ngraho, PAC Nasdem Trucuk dan PAC Nasdem Bubulan.

"Sebenarnya di dalam grup itu ada 20 PAC yang tidak sepakat dengan turunnya surat rekomendasi ini, namun di acara ini kita hanya berempat saja yang melakukan wolkout," tambah Ibnu Mugni.

Baca Juga: Tebar Kepedulian, Kader NasDem ini Salurkan 105 Hewan Kurban di Probolinggo

Menurutnya, alasan mendasar dari aksi walkout sejumlah PAC Nasdem Bojonegoro itu adalah lantaran sejumlah kader dan simpatisan yang ada di akar rumput sepakat memilih Nurul Azizah sebagai calon bupati Bojonegoro.

"Semua teman-teman di bawah semua mendukung Nurul Azizah sebagai calon bupati Bojonegoro, namun partai kita tidak mendukung suara kami di bawah," tambahnya.

Ibnu juga mengaku siap menerima apa pun konsekuensi atas pernyataan sikapnya tersebut.

Baca Juga: Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Komisi VIII DPR RI: Waspada Tawaran Berangkat Instan

"Saya Ketua PAC Padangan siap menerima konsekuensinya walaupun dikeluarkan dari partai," tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Bojonegoro Soehadi Moeljono mengatakan, akan melakukan teguran terhadap beberapa PAC yang tidak menjalankan arahan dari pusat.

"Ini kan bentuk demokrasi, sehingga kita membebaskan pilihan mereka tapi itu diluar partai, dan kita pasti akan melakukan teguran karna mereka tidak menjalankan amanah dari pusat, " singkatnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.