Minggu, 21 Jun 2026 06:04 WIB

4 Fakta Balita Kediri Dianiaya Ortu hingga Tewas, Lalu Dikubur di Samping Rumah

  • Penulis :
  • | Rabu, 26 Jun 2024 10:07 WIB
Polisi saat membongkar makam balita di Kediri. (Foto: Polres Kediri/jatimnow.com)
Polisi saat membongkar makam balita di Kediri. (Foto: Polres Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga RT 1 RW 2 Dusun Babadan, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri heboh dengan kabar pembunuhan balita oleh orang tuanya.

Balita malang berinisial AF itu dianiaya hingga tewas oleh orang tuanya, Taskin dan Novita. Lalu, jenazah korban dikubur di samping rumahnya.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Berikut redaksi merangkum fakta-fakta terkait peristiwa yang menghebohkan tersebut.

1. Korban Alami Luka di Kepala

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama mengatakan, awalnya terbongkarnya kasus ini saat petugas mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya balita yang meninggal dunia secara tidak wajar.

Korban sudah dimakamkan oleh orang tuanya di samping rumah mereka. Kemudian petugas mendatangi TKP untuk melakukan pembongkaran makam korban, pada Selasa (25/6/2024)

"Di tubuh korban terdapat luka di daerah kepala dan badan. Untuk penyebab kematiannya sejauh ini adanya pendarahan di kepala yang diakibatkan oleh kekerasan benda tumpul," terang Fauzi, Rabu (26/6/2024).

2. Orang Tua Panik, Lalu Kubur Jenazah Anak

Lebih lanjut Fauzi menerangkan, alasan pelaku mengubur jenazah buah hatinya di samping rumah itu karena mereka panik.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

Taskin dan Novita panik melihat anaknya dalam kondisi tidak sadar.

"Setelah diketahui anak korban dalam kondisi tidak sadar, kemudian berusaha memberikan pertolongan. Namun ternyata masih belum bisa. Kemudian setelah dinyatakan anak ini tidak bernyawa, maka langsung dilakukan tindakan untuk menguburkan," tambahnya.

3. Penganiayaan Diduga Terjadi Berulang

Menurut dugaan Fauzy, penganiayaan terhadap korban ini terjadi di beberapa waktu yang berbeda- beda. Kini, penyidik masih mendalami kasus itu dengan memeriksa kedua pelaku dan saksi-saksi.

Baca Juga: Menantu Perempuan Habisi Mertuanya di Blitar

4. Pelaku Sudah Diamankan

Fauzy membenarkan telah mengamankan kedua terduga pelaku. Dari pemeriksaan sementara, Taskin dan Novita melakukan kekerasan terhadap buah hatinya karena rasa kesal.

"Ada rasa kesal dari orang tua karena pengakuan dari pelaku mendengar anaknya berbicara tidak sesuai dengan fakta dan cenderung menyudutkan orang tua. Sehingga orang tua kesal akhirnya melakukan kekerasan," jelas AKP Fauzi.

 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.