Jumat, 19 Jun 2026 13:43 WIB

Terjunkan 728 Petugas Coklit, KPU Kota Kediri Turut Sukseskan Rekor Muri

  • Penulis :
  • | Senin, 24 Jun 2024 16:14 WIB
Petugas Pantarlih KPU Kota Kediri melalukan coklit di Mojoroto. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Petugas Pantarlih KPU Kota Kediri melalukan coklit di Mojoroto. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - KPU Kota Kediri menerjunkan 782 petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2024, Senin (24/6/2024). Coklit ini dilakukan di 46 Kelurahan yang tersebar di tiga Kecamatan Kota Kediri mulai Mojoroto, Kota dan Kecamatan Pesantren.

Di hari pertama coklit, KPU Kota Kediri menargetkan pencocokan data sebanyak 7.820 data pemilih.

Baca Juga: Resmi Dilantik Presiden, Wali Kota Termuda Vinanda Prameswati Prioritaskan Pendidikan

Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian mengatakan, tugas ini dilakukan usai pihaknya melantik 782 Pantarlih dan melakukan bimbingan teknis. Hari pertama coklit, pihaknya juga menargetkan 1 Pantarlih untuk menyelesaikan pencocokan 10 data pemilih.

"Target ini ada hubungannya dengan KPU Jatim dengan gebyar 1 Juta Coklit pemilih yang nantinya bisa memecahkan rekor muri. Jadi untuk KPU Kota Kediri kita targetnya sukses pencocokan sebanyak 7.820 data," ujarnya.

Reza menambahkan, sebanyak 782 Pantarlih tersebut diterjunkan di 401 TPS di Kota Kediri yang tersebar di 46 kelurahan. Target Coklit ini dimulai sejak 24 Juni sampai dengan 25 Juli 2024.

Baca Juga: Momen Vinanda Sungkem Orang Tua Sebelum Dilantik jadi Wali Kota Kediri

Lanjut Reza, ada beberapa tantangan di lapangan di hari pertama coklit. Pasalnya, beberapa Pantarlih yang sudah terjun dilapangan banyak menemui kendala error sistem ataupun pemilih yang tidak berada di tempat.

"Karena serentak biasanya ada kendala error sistem dan pemilih yang tidak ada di tempat. Namun demikian semua hal ini bisa diatasi dengan cara manual dan waktu yang  kita miliki juga masih panjang selama 1 bulan," jelasnya.

Reza mencontohkan seperti kendala perbedaan data pemilih yang terjadi saat Pantarlih melakukan Coklit di Kecamatan Mojoroto. Disini Pantarlih menemukan perbedaan kondisi pemilih tidak sesuai dengan data di sistem E-Coklit.

Baca Juga: Vinanda Audiensi dengan Kementerian PU Jelang Pelantikan, Bahas Infrastruktur Kota Kediri

"Seperti di Mojoroto ada perbedaan data yang kondisinya data pemilih ini masuk dalam data disabilitas Tuna Wicara, namun di lapangan faktanya Tuna Netra. Seperti kendala ini karena tadi sistemnya ada error jadi langsung kita lakukan pendataan secara manual untuk menyelesaikannya," tandasnya.

Diketahui, KPU Kota Kediri menerjunkan petugas Pantarlih yang tersebar di tiga Kecamatan. Untuk Kecamatan Mojoroto sebanyak 304 Pantarlih, Kecamatan Kota 236 Pantarlih dan Kecamatan Pesantren 242 Pantarlih.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.