Minggu, 21 Jun 2026 02:11 WIB

Pameran Lukisan Hitam Putih di Galeri Dekesda Sidoarjo, Bukan Hanya Soal Warna

Ketua Komunitas Pelaku Seni Ilustrasi Idiom, Roman Chuza bersama karya lukisan hitam putihnya. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Ketua Komunitas Pelaku Seni Ilustrasi Idiom, Roman Chuza bersama karya lukisan hitam putihnya. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Komunitas Pelaku Seni Ilustrasi Idiom menggelar pameran lukisan bertajuk Black White, Art Exhibition for Generation to Generation pada Sabtu (22/6/2024) hingga Minggu (30/6/2024) Juni 2024 di Galeri Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda).

Ketua Komunitas Pelaku Seni Ilustrasi Idiom, Roman Chuza menyampaikan pameran lukisan hitam putih ini adalah yang pertama kali digelar di Jawa Timur.

Baca Juga: Besut Jajah Deso, Mengusik Keserakahan Juragan Tambak Lewat Ludruk Garingan

"Dalam rangka silaturahmi dengan para pelukis se-Jawa Timur, namun ada dari Jakarta, juga mengenang pelukis hitam putih nasional Almarhum Bapak Achmad Chusnan. Selain itu juga untuk memberikan pemahaman mengenai hitam putih yang melibatkan dimensi ruang dan cahaya. Di samping itu, misi sosial, karena 2,5 persen hasil pameran kami serahkan untuk para anak yatim piatu," ucapnya kepada jatimnow.com, Sabtu malam (22/6/2024).

Roman menyampaikan, ada 40 pelukis yang terlibat dalam pameran dengan karya dominan hitam putih.

"Intinya, lukisan harus pure hitam putih, dominan hitam putih dengan goresan hitam putih berbagai media dan bahan," tambahnya.

Menurut penuturannya, warna hitam putih mendorong untuk menguasai dimensi ruang dan cahaya. Selain itu, dimensi ruang hitam putih untuk masuk ke warna juga sangat mudah sekali.

"Karena hitam putih melibatkan dimensi ruang dan cahaya sesuai dengan jiwa si pelukis itu sendiri. Hitam putih bukan warna, namun dimensi," jelasnya.

Lebih lanjut. ia berharap masyarakat dalam seni lukis ke depannya berproses dengan jiwa mereka sendiri dan menghargai setiap karya para pelukis lainnya yang tidak hanya drawing atau sketsa, namun lebih ke lukisan yang tersirat dari jiwa.

Sementara itu, pelukis perempuan Endang Waliati, warga Sidokare Indah, Sidoarjo, menjelaskan, makna lukisan hitam putih karyanya yang tercipta dari perca dan serat kain.

"Judul karya lukis saya Jelajah, karena saya suka keluyuran ke gunung, maka saya abadikan apa yang pernah saya lihat. Bahannya dari perca dan serat kain dengan tingkat kesulitan yang tinggi, penuh perjuangan," tuturnya.

Endang menambahkan pembuatan lukisannya menghabiskan waktu 1 bulan. Baginya, melukis tidak harus dengan cat.

Baca Juga: Samurai Jalu Gelar Pameran Tunggal Kedua Bertajuk "Mulai Dari Rumah"

"Wujud saya berontak, karena tidak punya cat. Saya memakai dan gunakan bahan yang ada, dari kain perca dan serat kain, dari situ saya bisa mengekspresikan tentang apa yang ada di pikiran dan di hati," imbuhnya.

Ia mengungkapkan teknik pembuatan lukisan dari perca dan serat kain karyanya.

"Dari pure kain dan serat kain hitam putih. Kain dibongkar, digunting lembut, baru ditata, dilem dengan lem kayu," ucapnya.

Endang mengartikan warna hitam putih pada kehidupan.

"Hitam putih. Kita hidup diantara hitam putih, apik-elek (bagus-jelek), gelap-terang," tegasnya.

Baca Juga: Menikmati Indahnya Pameran Hidden Potion di Art Space ARTOTEL TS Suites Surabaya

Pelukis Sidoarjo lainnya yang berpartisipasi adalah Didi Dyan dengan lukisan hitam putih berjudul Lembah Manah.

"Menceritakan mengenai rendah hati dan andhap ashor. Yaitu mengedepankan sifat manusia yang selalu mengingat jati dirinya, rendah hati, tetap memijak ke bumi, pandai bersyukur dan mawas diri. Banyak ujian, cobaan dan sifat manusia yang beraneka macam, harus tetap teguh pada iman, taqwa, keiklasan dan ketulusan hati," paparnya.

Didi Dyan mengaku lukisan hitam putih buatannya diciptakan sesuai dengan karakternya.

"Lukisan ini dibalut dengan gaya minimalis modern dan dinamis. Dengan karakter sederhana dan punya ciri khas dari seorang Didi Dyan, yaitu simple, halus dan rapi," pungkasnya.

- Pelukis perempuan dari Sidoarjo, Didi Dyan bersama karya lukisan hitam putihnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.