Senin, 15 Jun 2026 10:32 WIB

Krisis Air Bersih di Jatim, Dinkes: Waspadai Penyakit Ispa dan Diare

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur Dr dr Kohar Hari Santoso
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur Dr dr Kohar Hari Santoso

jatimnow.com — Mewaspadai datangnya penyakit saat musim kemarau, wajib dilakukan. Apalagi, jika penyakit tersebut selalu menyertai disaat pergantian musim.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur Dr dr Kohar Hari Santoso, Selasa (18/9/2018). Ia menyatakan, ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai diantaranya infeksi saluran pernapasan akut (Ispa) dan diare.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Antisipasi yang diterapkan Dinkes untuk mewaspai musim kemarau tahu 2018, yakni dengan cara melakukan himbauan dan memenuhi pasokan kebutuhan obat di dinas kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas.

Menurut Kohar, supaya terhindar dari penyakit yang kerapkali menjangkiti seseorang saat kekeringan melanda itu, masyarakat harus menjalani gaya hidup sehat dan tidak menggunakan air sembarangan maupun air sungai yang tampak keruh.

Kewaspadaan yang diungkapkan Dinkes Jatim itu terkait, fenomena ratusan atau sekitar 140 an desa yang saat ini dinyatakan sedang mengalami kering kritis oleh BPBD.

Sehingga dikhawatirkan masyarakat desa tersebut menggunakan air sembarangan.

"Bencana kekeringan ini sumber air baku jadi lebih kecil, air bersih berkurang dan jadi lebih keruh. Kemungkinannya akan muncul penyakit-penyakit berbasis air seperti diare. Karena masyarakat menggunakan biasanya menggunakan air sembarangan. Maka fenomena enyakit Diare dan ISPA juga akan naik. Ini yang kami khawatirkan," terang Kohar.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Ia mengingatkan agar masyarakat yang tinggal di daerah kering dan sulit air agar menjaga kebersihan air untuk kebutuhan makan dan minum. Dia juga mengingatkan agar tidak menggunakan air sungai yang kotor untuk kebutuhan air sehari-hari.

"Oleh sebab itu, Dinkes Jatim telah mengantisipasinya dengan memasok obat-obatan dan sudah disebarkan di seluruh dinas kesehatan kabupaten kota dan puskesmas," jelasnya.

Sesuai data BPBD Jatim, dari 38 Kabupaten/Kota ada 23 Kabupaten terdampak kekeringan. Dan saat ini BPBD Jatim juga membangun saluran air di 126 desa yang berarti 25 persen dari daerah terdampak sudah teratasi.

Untuk mengatasi kekeringan mendatang pihaknya juga akan membangun saluran air untuk 97 desa.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Kepala BPBD Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono, mengatakan kekeringan sendiri dibagi menjadi tiga tingkatan yakni, kekeringan langka terbatas, kekeringan langka dan kekeringan kritis.

"Untuk kekeringan langka terbatas dan kekeringan langka pihak kami sudah mengatasinya dengan cara mengebor dan membangun embung air. Nantinya masyarakat bisa memanfaatkan dan mengakses air dari potensi-potensi yang sudah kita bor itu," pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.